Bireuen tak Memenuhi Kriteria Lokasi IPDN

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, ternyata sudah membalas surat Gubernur Aceh

Bireuen tak Memenuhi Kriteria Lokasi IPDN
TJAHJO KUMOLO, Mendagri 

* Tim Kemendagri ke Jantho, 28 Oktober 2018

BANDA ACEH - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, ternyata sudah membalas surat Gubernur Aceh tentang Pembentukan Tim Kemendagri Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional Aceh-Bireuen. Begitu juga surat Bupati Bireuen, Saifannur yang meminta arahan dan petunjuk tentang master plan pembangunan Kampus IPDN di kabupaten itu. Intinya dalam satu surat dimaksud disebutkan secara umum calon lokasi Kampus IPDN di kabupaten itu belum memenuhi kriteria.

Surat tertanggal 5 September 2018 itu ternyata sudah beredar melalui media sosial sejak pertengahan bulan lalu, bahkan Wakil Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani yang dikonfirmasi salah satu media online di Bireuen ketika itu, membenarkan informasi tersebut. Padahal sebelumnya Pemkab Bireuen juga sudah memplot biaya pengadaan lahan untuk lokasi pembangunan kampus ini di kabupaten tersebut dalam APBK 2018 senilai Rp 20 miliar.

Dalam poin pertama surat ditujukan kepada Gubernur Aceh itu, Kemendagri melalui IPDN pada 2017 sudah melakukan survei pembentukan Kampus IPDN di Aceh Besar dan Bireuen terkait lokasi calon kampus, luas tanah, dan aksebilitas calon kampus. “Secara umum calon lokasi kampus IPDN di Kabupaten Bireuen belum memenuhi kriteria untuk dibangun Kampus IPDN Regional Aceh,” demikian bunyi poin dua surat diteken Mendagri, Tjahjo Kumolo itu. Di bagian akhir surat yang juga ditembuskan kepada Presiden RI ini, dituliskan selanjutnya apabila akan dibangun Kampus IPDN Regional Aceh agar dapat dilakukan kajian kembali oleh IPDN sesuai ketentuan peraturan perundangan.

Kemarin, Serambi mewawancarai Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali. Ia mengakui setelah terbitnya surat Mendagri, 5 September 2018 itu, Tim Kemendagri akan kembali meninjau calon lokasi lahan Kampus IPDN di Jantho, Minggu (28/10). “Sebelum Tim Kemendagri memberitahu saya akan berkunjung ke Kota Jantho, 28 Oktober 2018, saya dalam pertemuan atas undangan Mendagri, juga sudah pernah memperlihatkan sertifikat lahan akan disediakan Pemkab Aceh Besar untuk Kampus IPDN di Jantho,” jelas Mawardi.

Mawardi mengakui sebelum terbit surat Mendagri tertanggal, 5 September 2018, ada tiga calon lokasi Kampus IPDN di Aceh, yaitu Jantho, Sabang, dan Bireuen, sehingga tim Kemendagri meninjau lahan di ketiga daerah ini, namun akhirnya tim pusat itu tertarik di Jantho. “Sebelumnya kami juga pernah menawarkan lokasi di Indrapuri dan Blangbintang, tetapi mereka lebih suka di Kota Jantho. Alasannya jauh dari kebisingan kota, sehingga untuk dijadikan tempat belajar dan pendidikan lebih bagus. Minimal lahan yang dibutuhkan 45 hektare, namun kami menawarkan sekitar 50-60 hektare yang lokasinya hanya sekitar 2-3 Km dari Kantor Bupati Aceh Besar,” sebut Mawardi.

Lebih dari itu, kata Mawardi, untuk memulai tahap pertama pembelajaran sebelum kampus itu rampung, pihaknya juga sudah menawarkan Kompleks Diklat Bapelkes di Jantho untuk ruang belajar tahun pertama mahasiswa IPDN regional Aceh khususnya dan Sumatera umumnya. Oleh karena itu, untuk terwujudnya rencana ini, Mawardi berharap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyurati Mendagri guna mengusulkan agar lokasi Kampus IPDN di Jantho, apalagi untuk Sumatera, selain di Aceh, ada pilihan lain di Sumatera Utara.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda, mengatakan dirinya siap membantu terbangunnya Kampus IPDN di Jantho, apalagi nantinya Jantho akan lebih strategis setelah ruas jalan lintas tengah Jantho-Lamno, Aceh Jaya dan ruas Jantho-Keumala, Pidie selesai diaspal.

Sedangkan saat ini, kata Sulaiman, tim Kemendagri tertarik di Jantho karena lingkungannya masih hijau, dekat Bandara SIM, Blangbintang, Aceh Besar.

Kemudian jarak dengan Unsyiah dan UIN Ar-Raniry, Banda Aceh di Darussalam juga bisa terjangkau sekitar 30 menit perjalanan pakai mobil, sehingga tak repot jika IPDN butuh staf pengajar dari kedua kampus itu. “Apalagi nanti setelah proyek jalan tol Aceh-Sigli selesai dibangun, maka jarak Kota Jantho dengan Kampus Darussalam semakin dekat,” kata Sulaiman Abda. (her/sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved