Breaking News:

Ketika Istana Buckingham Dibom, Ibu Suri Elizabeth Sedang di Kamar Duduk, Ini Kisahnya

Ibu dari ratu Inggris ini lahir sebagai Elizabeth Angela Marguerite Bowes-Lyon, anak kesembilan dari Earl of Strathmore yang mempunyai 10 orang anak

Intisari
Ibu Suri Elizabeth, ibu dari Ratu Elizaebth II 

Meskipun diangkat menjadi raja tahun 1936, penobatan dilakukan Mei 1937. (Tahun 1953 kembali ia menyaksikan penobatan, putrinya jadi ratu).

Dengan membawa 2 anak mereka, mereka pindah ke Buchingham yang mempunjai 600 ruangan dan sejumlah besar pelayan. Jauh sekali bedanya dengan kehidupan mereka sebelumnya. Yang boleh dikatakan sederhana.

“Segala sesuatu akan berubah sekarang,” keluh salah seorang staffnya “Hanya  suasana keliling saja yang berubah,” jawab ratu itu. “Orang-orangnya tetap.”

Sebenatnyalah, ia tetap seperti dulu. Pertama-tama ia adalah seorang isteri dan ibu, peranan sebagai ratu merupakan hal kedua.

Ia mengubah istana kerajaan menjadi rumah pribadi. Ia memasukkan resep-resepnya sendiri  dalam menu sehari-hari.

Ruangan diaturnya menurut seleranya sendiri. Di mana-mana  kelihatan bunga. (Seperti ibunya, kini ratu Elizabeth pun menyuruh hiasi ruangan-ruangan dengan bunga-bunga).

Ia menyuruh buat sebuah rumah kecil di kebun untuk kandang kelinci kedua putrinya. Dalam summer house (rumah musim panas), ditaruhnya seekor kura-kura buat mainan anak-anaknya.

Baca: Hutan di Rawa Tripa Berkurang, Kehidupan Orangutan Sumatra Terancam

Ia mengajar Elizabeth kecil membuat kue. Tidak heran kalau mengingat kembali masa kanak-kanaknya Ratu Inggris menyatakan, ”Tampaknya matahari selalu bersinar.”

Queen Mum seialu membawa kesegaran dan kehiangatan pada Iingkungan keluarga raja.

Permulaan tahun ini publisitas besar-besaran disiarkan berhubung Ratu Inggris dan Pangeran Philip dalam kunjungan ke New Zealand dan Australia telah terjun ke tengah masyarakat, untuk bergaul dengan mereka secara informil.

Sebetulnya itu bukan sesuatu yang baru. Beberapa tahun yang lalu, dalam kunjungan ke A.S.

Queen Mum telah menimbulkan kegemparan besar dalam kalangan kerajaan Inggris; karena ia menyelinap keluar dari penjagaan polisi untuk bercampur dan bercakap-cakap dengan orang-orang yang berkerumun.

"A fairy queen" (ratu dalam dongengan),  demikian orang-orang menjebutnya di Washington. Seorang senator dari Texas yang mengawasinya beberapa detik dengan kekaguman yang tidak dapat disembunyikan menjatakan:

"Ma'am; you sure are a thousand times prettier than your portrait"  (Ibu tampak 1000 kali, lebih  cantik daripada potretnya).

Entah sudah berapa puluh atau ratus kali Queen Mum mendapat kehormatan untuk meletakkan batu pertama sebuah bahgunan.

Tapi nyata-nyatanya ia melakukan hal itu tiap-tiap kali dengan penuh semangat, sehingga seorang Perancis yang mengawasinya jadi tertegun.

 “Seakan-akan ia baru saja menemukan suatu  cara baru yang menyenangkan  untuk melewatkan sore hari,” demikian komentar si orang Perancis.

Barangkali memang rahasia daya tarik Queen Mum ialah bahwa ia penuh perhatian pada semua yang dikerjakannya dan semua orang yang dijumpainya.

Perhatiannya pada pegawai-pegawai yang dipekerjakan kepadanya sering kali menjadi bahan percakapan.

Sore-sore kadang-kadang ia tampak sedang omong-omong dengan pelayan, menanyakan keadaan suami mereka, apa yang kini dikerjakan anak-anak mereka, dan sebagainya.

Di Windsor, kalau udara panas, ia mengundang pelayan-pelayan untuk berenang di kolam renang pribadinya. Di Skotlandia ia mempersilahkan mereka mempergunakan mobil pribadinya.

Baca: Gugur dalam Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610, Ini 6 Fakta Tentang Syachrul Anto

Ketika bekas pengurus rumah tangganya sakit, dialah yang mengatur agar bekas pegawai  itu mendapat perawatan terbaik, kamar terbaik dirumah sakit dan ia pula yang membayar rekening-rekeningnya.

Dengan suaminya, Queen Mum telah bersama-sama menanggung cobaan dan bahaya dalam masa perang.

Kepada keluarga raja dinasihatkan agar Elizabeth dan Margaret diinginkan ke Canada, karena keselamatan disana lebih terjamin.

Tapi ratu menjawab “Anak-anak tidak dapat pergi tanpa saya dan saya tidak dapat meninggalkan raja."

Ratu tetap disisi raja. Mereka sedang bersama-sama dikamar duduk ketika Buckingham Palace di bom Jerman.

Seperti diketahui sebagian istana hancur. Tapi ratu dengan tabah menghibur  diri, ”Karena dibom,  pemandangan ke East End tidak terhalang lagi,” katanya.

Ratu dan raja tidak pernah berpisah. Jarang sekali seorang pria beruntung mendapat isteri sepeti dia.

Pada ulangtahun perkawinan mereka yang ke 25, raja menyatakan, “Ada masa-masa  dimana saya merasakan bahwa beban saya tidak terpikulkan lagi, tapi kekuatan dan kesejahteraan selalu saya dapatkan lagi di rumah saya."

Beberapa tahun sesudah perang, kesehatan raja mundur Ratu selalu disampingnya, menghibur dan membesarkar hati raja.

Ratu menyembunyikan kesedihan dan kekhawatirannya sendiri.

Pada suatu pagi dibulan Februari, raja ditemukan meninggal dikamarnya.

Ratu menangis sendiri, tapi kemudian segera berpikir pada Charles dan Anne, kedua cucunya yang waktu itu ditinggalkan kedua orang tua mereka ke daerah.

“Anak-anak tidak boleh dicemaskan dengan apa yang terjadi,” katanya. Ia menengok mereka seperti biasa.

Sampai saat ini, kamar kerja suaminya di Royal Lodge, Windsor tetap dipelihara seperti semasa raja masih hidup.

Selain alat-alat tulis, disitu terdapat pula foto Elizabeth dan Margaret ketika masih kanak-kanak, potret Queen Mum sendiri semasa baru berkenalan dengan Bertie,  rambutnya memakai pita.

Sejak raja wafat, rambut Queen Mum berubah menjadi kelabu. Tapi matanya masih sama birunya dan semangat hidupnya masih tetap padat, senyumnya masih tetap berseri.

Mula-mula tampaknya Queen Mum akan mengundurkan diri dari kehidupan masyarakat.

Ia sudah membeli runtuhan puri Mey, kira-kira 700 mil dari London. Puri itu sudah diperbaiki dan diberi peralatan.

Tapi nyatanya Queen Mum muncul kembali. Meskipun suka dengan hidup yang damai di luar kota, tapi ia suka juga pada hidup yang sibuk.

Jadi sepanjang tahun ia membagi waktunya, untuk menikmati ketenangan dan untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai aggota keluarga kerajaan.

Ia senang pada pacuan kuda seperti anggota-anggota keluarga kerajaan Inggris yang lain. Ia mempunyai 15 ekor kuda pacuan yang dipanggilnya “My darling boys".

Tapi menang maupun kalah ia tetap tenang dan gembira.

Boleh dikatakan hidupnya sepanjang tahun sudah diatur, tapi diantara keluarga kerajaan mungkin ia yang paling sering menyeleweng dari kalender.

Ia melewatkan masa Natal bersama anak-anak cucunya di Windsor. Januari di Sanderingham. Ia menjadi ketua Yayasan Wanita setempat.

Musim semi ia tinggal di Skotlandia selama beberapa minggu. Permulaan musim panas kembali lagi ke Sandringham untuk menghadiri pameran bunga, festival musik dan seni.

Kemudian biasanya ia kembali ke London untuk perayaan hari ulang tahunnya. Akhirnya kembali ke Skotlandia lagi sampai akhir September.

Di London akhir minggu dilewatkannya di Clarence House, Royal Lodge, dan Windsor. Ia kerap kali ditemani oleh Margaret dan suaminya, Lord Snowdon.

la tidak begitu suka bangun pagi-pagi dan senang makan pagi di kamar sambil duduk di tempat tidur. Semestara iitu baca surat kabar dan surat-surat yang datang padanya (rata-rata 50 buah sehari!)

la suka bercakap lama-lama melalui telpon dengan Elizabeth atau Margaret. Ia memanjakan cucu-cucunya.

“Sebagai seorang nenek menyenangkan sekali kalau bisa memanjakan cucu-cucu,” katanya.

Hubungannya dengan kedua menantunya, Pangeran Philip dan Lord Snowdon, baik sekali.

Makanan kegemarannya ialah anggur hijau, cokelat, dan coctail champagne. Yang terakhir ini diminum sebelum makan malam.

Ia suka makan, sulit diet. Selama menjadi janda ia bisa makan sendiri sambil nonton TV.

Kalau udara buruk botol air panas memanaskan kakinya selama dalam perjalanan.

Ia bisa membaca cepat. Sering kali sebuku selesai sehari. Biasanya dibaca pagi-pagi di ranjang dan malam hari diteruskan lagi.

Bacaan yang disukainya ialah kisah-kisah spy, cerita-cerita yang menegangkan dan drama-drama historis. Ia tidak suka cerita percintaan yang sentimentil.

Kalau ia sedang bosan pada TV  dan buku, ia main kartu “mini” sendirian. Sejak jadi Duchess of York sampai sekarang terentang masa 47 tahun.

Orang-orang Inggris sulit membayangkan kehidupan masyarakat tanpa senyum wajar, ramah, dan berseri-seri yang dipancarkan Queen Mum. (Intisari Desember 1970)

Artikel ini telah tayang di Intisari-Online.com dengan judul Ibu Suri Elizabeth Sedang di Kamar Duduk Ketika Istana Buckingham Dibom

Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved