Desember, KEK Arun Diresmikan

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe direncanakan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo

Desember, KEK Arun Diresmikan
Eks kilang Arun NGL Co, salah satu landskap Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe 

BANDA ACEH - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe direncanakan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember 2018 bersamaan dengan diresmikannya tiga KEK lainnya yaitu KEK Kepulauan Riau, Belitung, dan Morotai, Maluku.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Aceh, Aulia Sofyan saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, Rabu (21/11).

Meskipun peresmian KEK Arun, menurut Aulia dijadwalkan pada Desember 2018, namun pihaknya belum bisa memastikan tanggal pastinya, meski Aulia sempat menyebut pada 15 atau 16 Desember 2018.

“Surat sudah dikirimkan, tinggal dari pihak istana kapan Pak Jokowi bisa meresmikannya,” kata Aulia didampingi Kabid Perencanaan dan Iklim Penanaman Modal DPM-PTSP Aceh Syarifah Zulfa, Kasi Deregulasi DMP-PTSP sekaligus Juru Bicara DMP-PTSP Aceh Zulkifli Hamid, serta beberapa staf lainnya. Kunjungan ini diterima Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia Mohd Din, Sekretaris Redaksi Bukhari M Ali, Manajer Iklan Hari Teguh Patria, dan Manajer Percetakan Umum Firdaus D.

“Realisasi investasi di KEK Arun sudah cukup lumayan. Semuanya sudah berproses, kalau tim sendiri laporannya ke kami per September itu mereka realisasinya sudah Rp 18 miliar dari rencana bisa Rp 1,5 triliun,” sebutnya.

Ia menambahkan beberapa investor seperti dari Korea dan Turki masih dalam tahap pengkajian belum ke perizinan dan realisasi bangunan. Dalam hal ini, dikatakan, pihaknya akan terus mengawalnya.

Terkait dengan jumlah investasi yang bisa masuk ke KEK Arun, Aulia Sofyan menyebutkan prediksi estimasinya itu mencapai puluhan triliun rupiah, dengan serapan tenaga kerja 30.000- 40.000 orang hingga 10 tahun.

Pada kesempatan itu, disampaikan juga empat rencana bisnis utama kawasan KEK Arun Lhokseumawe yaitu minyak, gas dan energi. Dalam hal ini, Pertamina akan mengembangkan industri sektor energi (oil dan gas), fasilitas dan insfrastruktur pendukung yaitu regasifikasi LNG, LNG Hub/trading, LPG Hub/trading, mini LNG plant PLTG dengan pengembangan pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

Kedua, pelabuhan dan logistik. Pelindo akan mengembangkan insfrastruktur logistik untuk mendukung input dan output dari industri oil dan gas, petrokimia dan agro industri dengan mengupgrade insfrastruktur pelabuhan dan dermaga berstandar internasional.

Ketiga, petrokimia dalam hal ini PIM bersama-sama dengan PT Pupuk Indonesia group akan mengembangkan cluster industri petrokimia yang ramah lingkungan. Terdiri atas sembilan pabrik baru di areal PIM dan AAF yaitu pabrik NPK, pupuk ZA, ammonium sulfat, asam sulfat, asam posfatm dan purified gypsum.

Keempat, agriculture dan fishery. Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) akan mengembangkan potensi pada agro industri dan turunannya serta pengembangan di bidang hasil laut.

Di samping itu untuk menghidupkan kembali kawasan Arun, maka komplek perumahan Arun akan direvitalisasi dan dikomersilkan untuk pariwisata.

“Ada beberapa kemudahan yang ditawarkan di KEK Arun bagi investor yaitu pembebasan bea masuk untuk barang modal seperti mesin, peralatan, spare part dan sebagainya, serta keringanan pajak dan impor,” demikian Aulia Sofyan. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved