BKSDA Periksa Darah Monyet

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh sudah melaporkan ke pusat terhadap ditemukan peristiwa warga

BKSDA Periksa Darah Monyet
IST
SAPTO AJI PRABOWO, Kepala BKSDA Aceh

* Sikapi Kasus Warga Terjangkit Malaria Knowlesi

MEULABOH - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh sudah melaporkan ke pusat terhadap ditemukan peristiwa warga yang terjangkit penyakit malaria knowlesi atau malaria dari parasit monyet di Aceh Barat. “Kami sudah lapor kejadian di Aceh Barat. Sebelumnya terjadi di Sabang,” kata Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo menjawab Serambi, Minggu (9/12), melalui pesan WhatsApp.

Dia menjelaskan, Kadis Kesehatan Aceh Barat sudah menghubungi pihak BKSDA soal kejadian itu. “BKSDA akan ambil sampel darah beberapa monyet, baik itu liar maupun dipelihara warga. Kita akan cek darahnya,” jelas Sapto.

Terhadap rencana akan turun ke Aceh Barat, terang dia, pihaknya masih akan berkoordinasi dulu dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Barat mengingat saat ini BKSDA Aceh sedang fokus soal penanggulangan gajah liar di Subulussalam.

Ditanya apakah monyet masuk hewan dilindungi, Sapto menyatakan, tidak. “Tapi, monyet masuk appendiks 2 (satwa langka). Artinya, bisa dimanfaatkan dalam jumlah tertentu sesuai kuota dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia),” ulasnya.

Ketika ditanyai apakah bisa dilakukan pembasmian monyet bila mengancam masyarakat, termasuk menjadi penular penyakit malaria, menurut Kepala BKSDA Aceh itu, langkah tersebut harus ada rekomendasi dari LIPI terlebih dahulu. “Tentu juga harus duduk bersama dulu para pihak terkait, seperti dari Kemenkes, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta sejumlah kementerian lainnya,” beber dia.

Diakui Sapto, persoalan malaria dari parasit monyet saat ini juga sudah dibahas di tingkat pusat, termasuk langkah penanggulangannya. “Namun, saat ini malaria knowlesi belum endemis sehingga masih mampu diatasi pemerintah daerah,” tukas Sapto Aji.

Seperti diberitakan kemarin, jumlah warga yang terjangkit malaria knowlesi alias malaria dari parasit monyet dilaporkan bertambah di Aceh Barat. Setelah sebelumnya menimpa pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Meutulang, Kecamatan Panton Reu, kini giliran warga Drien Mangko, Kecamatan Woyla, kabupaten setempat yang terjangkit. Mereka dilaporkan sudah dibawa pulang ke rumah pada Jumat (7/12) sore, setelah sempat dirawat selama empat hari di Puskesmas Kuala Bhee, Kecamatan Woyla. Pasutri tersebut sehari-hari sebagai pekerja di PT Prima Agro Aceh Lestari (PAAL) yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.

Sementara itu, informasi terbaru yang diperoleh Serambi, Minggu kemarin, mengungkapkan, tim Dinas Kesehatan Aceh Barat sudah turun ke kawasan PT Prima Agro Aceh Lestari (PAAL) di Woyla Barat, terkait kasus dua pekerja di perusahaan itu dilarikan ke Puskesmas Kuala Bhee karena terjangkit malaria knowlesi. Pada kesempatan itu, 25 pekerja PT PAAL diperiksa darah mereka oleh tim Dinkes, namun hasilnya negatif. Selain itu, tim Dinkes Aceh Barat pada Senin (10/12) hari ini, juga sudah dijadwalkan kembali akan turun ke PT PAAL untuk memastikan langkah penanganan, sehingga jangkitan malaria knowlesi tidak meluas.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved