Proyek E-Parking Ditinjau Kembali

Parkir elektronik atau e-parking yang diterapkan Pemko Banda Aceh melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota akhirnya

Proyek E-Parking Ditinjau Kembali
KENDARAAN keluar dari area electronic parking yang pertama dibangun di Jalan T Nyak Makam, Banda Aceh.

BANDA ACEH - Parkir elektronik atau e-parking yang diterapkan Pemko Banda Aceh melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota akhirnya ditinjau kembali. Fasilitas perdana yang dimulai di Jalan TP Nyak Makam Banda Aceh itu menuai protes dari pemilik rumah toko (ruko), sehingga Pemko Banda Aceh mengevaluasi proyek kawasan parkir ke depan yang direncanakan tanpa barrier gate atau palang parkir.

Hal itu diungkapkan Kepala Dishub Banda Aceh, Drs Muzakir Tulot MSi melalui Kabid Lalu Lintas Angkutan (LLA), M Zubir kepada Serambi, Senin (10/12). Berdasarkan hasil evaluasi pihaknya, warga Banda Aceh belum siap dengan sistem e-parking. “Sebenarnya penggunaan barrier gate (e-parking) ini sangat baik untuk mendisiplinkan kita semua. Tapi kalau masyarakat belum bisa menerima ya kita tidak bisa paksakan,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya menyiapkan konsep baru dengan membuat enam kawasan parkir ke depan tanpa barrier gate. Karena menurut Zubir, target pemerintah sendiri yakni menciptakan kawasan parkir yang tertib. “Kalau kawasan sudah tersedia, maka masyarakat tidak parkir lagi di badan jalan, itu intinya,” jelas dia.

Kawasan parkir ke depan, lanjutnya, tetap memiliki jalur masuk dan keluar seperti yang sudah dibangun. Namun fasilitas tersebut direncanakan tanpa barrier gate dan pos penjaga, karena petugas parkir akan standby di lokasi seperti biasa. “Rencananya akan dibangun sekitar April tahun 2019 mendatang. Kami tetap akan sosialisasi ke masyarakat sebelum membangun kawasan itu nanti,” tambah Zubir.

Saat ditanya apa ada perubahan dari segi anggaran terkait penataan kawasan parkir tanpa barrier gate itu, Zubir menyatakan biayanya tetap sama yakni Rp 4 miliar. “Dengan biaya segitu, kita bisa bangun 6 kawasan parkir tanpa barrier gate. Tapi kalau sistem e-parking, kita hanya bisa bangun 4 lokasi,” katanya lagi. Dijelaskan, cost pengadaan barrier gate ditambah bangunan pos penjaga itu memakan biaya cukup besar, yakni sekitar Rp 200 juta untuk satu kawasan parkir.

Kabid Lalu Lintas Angkutan (LLA) Dishub Banda Aceh, M Zubir menambahkan, pada tahun 2019 pihaknya akan membangun enam kawasan parkir baru di Banda Aceh. Dirinya menjamin GSB (Garis Sempadan Bangunan) di enam kawasan itu sudah dilakukan pelepasan hak tanahnya. “Jadi kawasan parkirnya sudah bisa kita tata karena tanahnya sudah bebas,” kata Zubir, dan menyebut lokasi enam kawasan parkir itu akan diumumkan lebih lanjut.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved