Breaking News:

Sang Pemburu Kelabang, Tak Takut Digigit Karena Harganya Menggiurkan dan Jual Lipan Hingga ke China

Hampir setiap malam ia menyusuri area persawahan untuk berburu kelabang, tanpa takut terkena sengatan hewan buruannya.

(Chiacchio et al., J Insect Behav (2017)
Lipan memakan Ular 

Ia pun tak lupa membawa kaleng berisi air yang dicampur deterjen sebagai wadah, sekaligus untuk mematikan kelabang yang sudah ditangkap.

Baca: SADaR Pidie Luncurkan Program Sedekah Nasi Bungkus Setiap Hari Jumat, Anda Bisa Berpartisipasi

Biasanya, pasca turun hujan lebih banyak kelabang yang keluar dari sarangnya, keluar dari sela tanah, tumpukan daun dan ranting.

Isyom tergolong warga yang cukup rajin, karena pria ini juga memiliki usaha penggilingan padi ini.

"Berburu kelabang ada sensasi, selain menghasilkan," katanya.

Baca: Gala Desa Bireuen Berakhir, Ini Nama Para Juaranya

Biasanya Isyom berburu mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 23.30 WIB malam.

Dalam sekali berburu, Ia mengaku dapat mengumpulkan hingga 60 ekor kelabang.

"Paling sedikit 25-30 ekor, kalau lagi banyak bisa mencapai 60 ekor," katanya.

Binatang yang memiliki nama lain Centipede ini, kata Isyom, memiliki harga jual yang cukup tinggi di tingkat pengepul, yakni Rp 3.100 per ekor untuk kelabang berukuran sebesar jari kelingking orang dewasa.

"Per ekor harganya Rp 3.100, lumayan untuk tambahan penghasilan," ungkap Isyom.

Lebih lanjut Isyom mengatakan, dari tangan pengepul, binatang yang memiliki sepasang kaki di setiap ruas dalam tubuhnya itu dijual lagi ke China, katanya untuk bahan ramuan obat.

Baca: Undangan Pernikahan Unik Pasangan Pengantin di India, Menggunakan Simbol Reaksi Kimia

Halaman
123
Editor: Fatimah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved