Begini Cara Pemerintah China Membuat Propaganda untuk Kaum Uighur di Xinjiang
Kampanye ini dipusatkan di bagian barat provinsi Xinjiang, yang banyak dihuni etnis minoritas Uighur Cina yang didominasi Muslim.
Penampilan perempuan Uighur di sebelah kiri -yang mengenakan niqab- sangat kontras dengan dua perempuan Uighur di sebelah kanan yang mengenakan pakaian tradisional, yang dianggap dapat diterima oleh pemerintah Cina.
Lewat mural-mural ini, orang-orang Uighur yang 'jahat' dilukis dengan warna hitam dan abu-abu, sementara orang Uighur yang taat hukum atau 'baik' dilukis dengan warna-warna cerah dan diapit oleh burung merpati, sebagai simbol perdamaian.
Pemerintah Cina telah menaikkan anggaran kepolisian di provinsi itu dan memenjarakan ratusan warga Uighur, tetapi serangan-serangan kekerasan masih terus berlanjut.
Dalam mural di atas, tampak seorang pekerja pembuat jalan di Cina menggilas orang-orang Uighur yang memegang pisau. Sekali lagi: orang-orang Uighur 'jahat' dilukis dengan warna hitam.
"Gunung pisau dan lautan api" adalah pepatah Cina yang menggambarkan situasi yang sulit dan berbahaya.
Baru baru ini, banyak serangan kekerasan yang menggunakan pisau di Xinjiang dan sekitarnya.
Akibatnya kini orang-orang Uighur dilarang membeli pisau di beberapa bagian wilayah Xinjiang.
Dalam mural di atas, tampak seorang pria menyapu sosok-sosok berwarna hitam, ini adalah penggambaran oleh Beijing bahwa teroris harus dihalau seperti tikus-tikus di jalan.
Ada juga mural serupa yang menunjukkan kapak dengan lambang nasional Republik Rakyat Cina yang menghancurkan teroris, lagi-lagi muncul sosok-sosok dengan warna hitam yang menyeramkan.
Pasukan keamanan bersenjata adalah pemandangan umum yang bisa dilihat di jalan-jalan di Xinjiang.