Anak Krakatau Semakin Tinggi Membesar, Sedang Mengumpulkan Energi Baru untuk Meletus Kembali?
Hal ini mengkhawatirkan para ahli jikalau Anak Krakatau bakal mengikuti jejak mendiang orang tuanya, meletus hebat pada 27 Agustus 1883.
Erupsi gunung anak Krakatau, sebabkan Tsunami di Banten dan Lampung Instagram @natgeoindonesia
Tapi para ahli gunung mempunyai argumen lain mengenai hal itu.
Seorang peneliti gunung, Bemmelen (1949) menyebut Anak Krakatau sedang mengumpulkan energi baru untuk meletus, mengamuk kembali.
"Kemungkinan letusan katastropis dapat terulang kembali apabila komposisi kimia batuan hasil letusan, berubah dari magma basa (SiO2 rendah) ke magma asam (SiO2 tinggi)."
"Letusan berbahaya bagi Krakatau umumnya diawali masa istirahat ratusan tahun untuk pengumpulan energi baru," tulis Bemmelen seperti dikutip dari Tribun Jateng, Selasa (25/12).
Foto-foto Lawas Kelahiran Gunung Anak Krakatau 1929 Mulai Tumbuh dari Kedalaman Laut 180 Meter. Ia lahir setelah Gunung Krakatau meledak pada tahun 1883 yang menyebabkan tsunami setinggi 40 meter (GEO MAGZ: Stehn (1929)
Foto-foto Lawas Kelahiran Gunung Anak Krakatau 1929 Mulai Tumbuh dari Kedalaman Laut 180 Meter. Ia lahir setelah Gunung Krakatau meledak pada tahun 1883 yang menyebabkan tsunami setinggi 40 meter
Ditarik mundur ke belakang, terungkap fakta jika dari November 1992 hingga Juni 2001, Anak Krakatau meletus terus-menerus hampir setiap hari.
15 Menit sekali ia melontarkan piroklastik lepas jenis skoria berukuran abu, pasir, lapilli sampai bom vulkanik, dan beberapa letusan diakhiri dengan leleran lava.
Bencana alam memang tak ada yang tahu pasti kapan datangnya, maka segala kemungkinan mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat berubah sewaktu-waktu.
(*)
Artikel ini telah tayang di gridhot.id dengan judul Anak Krakatau Semakin Tinggi Membesar, Ia Sedang Mengumpulkan Energi Baru untuk Mengamuk, Meletus Kembali