5 Fakta Kericuhan Rapat DPRD Bombana, Ketua Hunuskan Senjata Tajam hingga Satu Anggota Dewan Terluka

Beberapa di antaranya peserta rapat dan orang dekat Ketua DPRD Bombana Andi Firman melempar kursi dan botol air mineral ke arah legislator.

5 Fakta Kericuhan Rapat DPRD Bombana, Ketua Hunuskan Senjata Tajam hingga Satu Anggota Dewan Terluka
(KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI)
Rapat internal DPRD Bombana, Sulawesi Tenggara berakhir ricuh. Ketua DPRD Bombana cabut badik saat pimpin rapat internal DPRD setempat). 

SERAMBINEWS.COM - Rapat internal Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana membahas evaluasi tahunan 2018 di ruang rapat DPRD Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, berlangsung ricuh, Senin (7/1/2019).

Rapat yang baru berlangsung sekitar 20 menit itu berubah menjadi kacau.

Beberapa di antaranya peserta rapat dan orang dekat Ketua DPRD Bombana Andi Firman melempar kursi dan botol air mineral ke arah legislator.

 Akibat kegaduhan itu, kaca kantor pun jadi sasaran amukan mereka.

Kekacauan ini dipicu oleh tindakan Ketua DPRD Bombana Andi Firman yang tiba-tiba mengeluarkan badik, senjata tajam berupa pisau dari pinggangnya dan mengancam beberapa anggota dewan dengan menggunakan senjata tajam tersebut.

Aksi Ketua DPRD Bombana Andi Firman itu pun menjadi viral di media sosial Selasa (9/1/2019).

Andi Firman terekam mencabut badik (beberapa menyebut keris) saat rapat dengan anggota DPRD.

Ketua DPRD dalam rapat itu sontak berdiri dari kursinya sambil menghunus badiknya.

Ia berteriak ‘ini mau cari solusi atau cari masalah'

Sebetulnya, sejumlah anggota dewan sempat meredam emosi Andi.

Namun, kericuhan semakin menjadi saat ajudan dan salah satu teman Andi tiba-tiba masuk ke ruang rapat sambil mengamuk.

Salah satu anggota dewan terluka dalam kericuhan tersebut.

Inilah fakta di balik kericuhan di gedung DPRD Kabupaten Bombana:

1. Ketua DPRD emosi saat ada pertanyaan tentang anggaran

Rapat internal Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana membahas evaluasi tahunan 2018 baru berlangsung sekitar 20 menit itu menjadi riduh.

Andi Firman tiba-tiba mencabut senjata tajam jenis badik usai mendengar pertanyaan tentang gambaran alokasi anggaran di tahun 2018 dari Sudirman, anggota dewan dari Partai PBB.

Sebetulnya, pertanyaan Sudirman ditujukan kepada sekretaris dewan (sekwan) namun sebelum dijawab oleh sekwan, tiba-tiba pimpinan 2 atau Wakil Ketua DPRD Bombana Amiadin langsung menyela.

"Mungkin karena dipotong sebelum sekwan menjawab dan nada bicaranya pimpinan 2 agak tinggi, langsung Pak Ketua berdiri dan mengucapkan kata 'mau cari solusi atau masalah'. Setelah itu, dia langsung cabut badiknya dan mengarahkan ke beberapa anggota dewan," kata Anwar, salah satu anggota dewan, Selasa (8/1/2019).

2. Ajudan dan seorang oknum ikut mengamuk di ruang rapat

Usai melihat Andi emosi sambil menghunus badik, sekwan dan beberapa anggota dewan menenangkan dengan cara dipeluk.

Pada saat bersamaan, tiba-tiba ajudan Ketua Dewan dan seorang oknum yang diduga teman dari Ketua Dewan, masuk ke ruang rapat dan mengamuk.

Kedua orang tersebut melempari anggota dewan dengan botol mineral dan kursi.

"Satu orang yang kami tidak kenal pakai kaos oblong langsung menyerang kami, dia naik di atas meja. Satu anggota dewan dari Partai Golkar Pak Herianto kena lemparan botol air mineral kena pelipisnya, dan dilempari kursi juga, kacau di dalam ruangan itu," kata Anwar.

 3. Akibat kericuhan, rapat internal dihentikan

Pertanyaan anggota dewan Sudirman sebetulnya ke sekwan bukan ke ketua dewan.

Namun, sebeum dijawab oleh sekwan, Wakil Ketua DPRD Amiadin memotong dan meminta kepada sekwan untuk menjawab pertanyaannya.

"Pak Sekwan tolong jawab pertanyaan dengan sejujur-jujurnya jangan ada yang ditutupi," kata Sudirman, meniru pernyataan wakil ketua dewan.

"Itu mungkin yang memancing emosi Pak Ketua karena pertanyaan saya tidak mengarah ke ketua dan tidak keluar dari rel kerja-kerja dewan," tutur Sudirman.

Rapat internal pun berhenti dengan sendiri dan kekacauan berhenti setelah Kapolsek Rumbia datang menenangkan rapat wakil rakyat itu.

4. Anggota dewan yang terkena lemparan, lapor polisi

Anggota DPRD Bombana dari Partai Golkar Herianto tak terima dengan serangan yang dialaminya saat kericuhan terjadi. Dirinya langsung melaporkan peristiwa itu ke Polres Bombana.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt membenarkan kejadian di gedung DPRD Bombana.

Pihak Polres Bombana juga telah menerima laporan anggota dewan itu.

"Laporan sudah diterima dan akan dilakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut," terangnya.

5. Kericuhan reda setelah polisi datang

"Saya tidak habis pikir di DPRD biasa terjadi debat-debat panas, ini saya tidak ada debat hanya komunikasi dua orang sontak langsung kacau begini," kata Anwar, salah satu anggota dewan.

Anwar dan beberapa anggota dewan lainnya memilih untuk menyingkir agar tidak terkena sabetan badik atau lemparan kursi dan botol mineral.

Seperti diketahui, kericuhan yang memalukan tersebut terjadi saat Sudirman, anggota DPRD Bombana, bertanya ke sekwan tentang gambaran umum alokasi APBD 2018.

Kekacauan berhenti setelah Kapolsek Rumbia datang menenangkan rapat wakil rakyat itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fakta di Balik Kericuhan di DPRD Bombana, Gara-gara Pertanyaan Anggaran hingga Ketua DPRD Hunus Badik"

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved