Polisi Bongkar Curanmor Antarkabupaten

Polres Aceh Barat berhasil membongkar kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah

Polisi Bongkar Curanmor Antarkabupaten
RADEN BOBBY ARIA PRAKASA, Kapolres Aceh Barat

* Sembilan Sepmor Disita

MEULABOH - Polres Aceh Barat berhasil membongkar kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah itu. Seorang pelaku berinisial M (32), warga Gampong Kaye, Aceh Aceh Barat Daya (Abdya) yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang becak ditangkap. Polisi juga berhasil menyita sembilan unit sepeda motor (sepmor) sebagai barang bukti (BB).

Pengungkapan kasus curanmor itu dipaparkan Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, didampingi Kasat Reskrim Iptu M Isral SIK dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (17/1). Kapolres turut juga didampingi Kabag Ops Kompol M Masril dan KBO Reskrim Iptu P Pangabean. Pada kesempatan itu, turut juga diperlihatkan seorang tersangka. “Pelaku ditangkap ketika mencuri sepmor di RS Cut Nyak Dhien Meulaboh,” kata Kapolres.

Menurut AKBP Raden Bobby, pelaku ditangkap pada Jumat (11/1), dan dilakukan pengembangan. Hasilnya terungkap kalau ulah pelaku telah mencuri sebanyak 9 unit sepmor pada sejumlah titik, yakni di RS Cut Nyak Dhien sebanyak 4 unit dan sisanya pada sejumlah lokasi lain di Aceh Barat. “Sepmor hasil curian kemudian dibawa ke Aceh Barat Daya (Abdya),” jelasnya.

Diterangkannya, sepmor hasil curian pelaku kini sudah berhasil diamankan di kawasan Aceh Barat Daya dan sudah dibawa ke Polres Aceh Barat sebagai barang bukti. “Sebanyak 6 unit sudah berhasil diperoleh keterangan pemiliknya, namun tiga lagi masih dilacak oleh polisi guna dipastikan pemiliknya,” papar dia.

Bobby mengungkapkan, pengungkapan kasus curanmor antarkabupaten itu setelah personelnya melakukan penyelidikan serta mendalami kasus-kasus curanmor yang pernah dilaporkan oleh sejumlah korban ke polisi. “Pelaku sudah ditahan dan kasus ini masih kita kembangkan. Sejauh ini, dalam kasus ini masih satu pelaku yakni dia bekerja sendiri dalam melakukan aksinya,” tukasnya.

Sebanyak 9 unit sepmor hasil curian yang kini menjadi barang bukti (BB), rinci Kapolres, yakni Honda Revo BL 3080 EAD, Honda Revo Absolut BL 6763 EU, Honda Beat Warna Hitam BL 3890 EAB, Honda Supra X BL 625 EK, Honda Revo warna hitam merah BL 3763 EU, dan Honda Astrea Grand Hitam BL 6322 EC.

Sedangkan sepmor yang tidak diketahui nomor polisinya yaitu, Honda Revo nomor rangka MH1JBC214AK383886 dan nomor mesin JBC2E1374788, Honda Revo nomor rangka MH1JBK314EK055667 dan nomor mesin JBK3E1055629, serta Honda Revo MH1JBC12AK089187 dan nomor mesin JBC1E2092477. “Sepmor ini merupakan hasil curian tahun 2018. Kepada warga yang merasa kehilangan sepmor yang belum diketahui pemiliknya yaitu sebanyak 3 unit, boleh melapor ke polisi,” imbau Kapolres Aceh Barat.

Lebih lanjut, Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK mengungkapkan, pelaku sehari-hari berprofesi sebagai tukang becak dan sering mangkal di Kompleks RS Cut Nyak Dhien. Bahkan, ucap Kapolres, pelaku juga pernah bekerja sebagai tukang parkir di kompleks rumah sakit plat merah tersebut. Dalam menjalankan aksinya, ulas Bobby, pelaku merusak kunci kontak sepmor dengan obeng, kunci simpang tiga, dan kabel sambung. “Pelaku dijerat dengan Pasal 363 jo Pasal 362 KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara,” jelasnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved