Pasien Keluhan Layanan RSUD Sigli

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Di Tiro Sigli, Pidie ternyata hanya memiliki satu dokter ortopedi

Pasien Keluhan Layanan RSUD Sigli
SERAMBINEWS.COM/NURNIHAYATI
Pasien di teras dan lorong RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli 

* Hanya Ada Satu Dokter Ortopedi

SIGLI- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Di Tiro Sigli, Pidie ternyata hanya memiliki satu dokter ortopedi (ahli bedah tulang). Kondisi itu membuat pasien yang berobat terus mengeluh, karena tidak mampu ditangani dengan satu dokter ortopedi di rumah sakit tersebut, sehingga pasien patah tulang harus ditangani dokter umum.

Hal itu diutarakan oleh Ikhsan (32), warga Gampong Lhok Kaju, Kecamatan Indrajaya, kepada Serambi, Rabu (23/1). Dia mengaku kecewa saat membawa ibunya yang menderita infeksi tulang ke poliklinik RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, sering ditangani dokter umum.

Disebutkan, dokter spesialis bedah tulang jarang menangani pasien di poliklinik. Sehingga, katanya, dokter umum yang tidak memahami infeksi tulang tetap memberi pelayanan, walau pasien tidak puas saat ditangani bukan dokter spesialis bedah tulang.

“Dari tiga kali membawa ibu saya ke poliklinik, hanya satu kali diperiksa oleh Dr Ikhsan MKes SpOT, yang menganjurkan dilakukan terapi. Namun, selebihnya ditangani dokter umum yang hanya diberikan obat,” jelas Ikhsan didampingi Ketua PB-HAM Pidie, Said Safwatullah SH.

Dia menyebutkan, pasien yang menderita penyakit infeksi tulang tidak sembarangan ditangani dokter umum karena jika salah penanganan bisa berakibat fatal. Makanya, kata Ikhsan, pasien yang didera penyakit tulang harus ditangani dokter spesialis bedah tulang. Sebab, dokter spesialis mengetahuinya tentang penyakit tersebut.

“Selama ini bukan saya saja yang mengeluh terkait pasien sakit tulang ditangani dokter umum, tapi semua pasien yang hendak berobat pada dokter ortopedi pulang dengan rasa kecewa karena tidak diperiksa dokter spesialis. Jumlah pasien yang mengantongi kartu JKN mencapai 10 hingga 90 orang untuk berobat kepada dokter ortopedi,” ujarnya.

Dikatakan, pasien itu juga berobat di rumah sakit swasta Citra Husada yang menerima pasien BPJS. Bahkan, rujukan dari puskesmas ditunjukan kepada Citra Husada. Sehingga ramai pasien penyakit tulang berobat di rumah sakit swasta.

“Kami berharap kepada dokter ortopedi memberikan informasi kepada keluarga pasien jika tidak bisa masuk. Sehingga kami tidak perlu menunggu, apalagi pasien datang dari jauh ditangani dokter umum. Kita akui dokter ortopedi hanya satu orang di Pidie,” pungkasnya.

Bekerja di Tiga Tempat
Menanggapi hal itu, Dr Ikhsan MKes SpOT, yang dihubungi secara terpisah mengatakan diri harus menangani pasien di tiga tempat. Yakni, di ruang perawatan, poliklinik dan pasien yang menjalani operasi dan pasca operasi, pasien pun harus dijaga, agar terlayani dengan baik.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved