Selasa, 14 April 2026

Diduga Terlibat Perambahan Hutan, Politisi PDI Perjuangan Ini Membantah dan Tegaskan Siap Dipecat

Mangapul mengaku dirinya ikhlas, walaupun ada pihak yang sengaja mencatut namanya demi kepentingan politik.

Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com/Infopemilu
Kolase Foto Hutan yang dirambah, dan Mangapul Purba 

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumatera Utara Mangapul Purba menepis isu yang mengatakan dirinya terlibat dalam perambahan hutandi Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Bahkan Mangapul menegaskan siap dipecat jika terbukti terlibat perambahan hutan.

Mangapul menjelaskan, dirinya memang pernah menjadi kontraktor di Toba Pulp Lestari (TPL), namun terkait adanya informasi yang beredar tersebut ia membantahnya. 

 
"Saya tidak ada terlibat perambahan hutan di Simalungun, saya sudah dapat pertanyaan dari pusat (partai). Saya juga sudah jelasakan tidak ada dan saya buktikan," ujarnya. 

Hal tersebut disampaikan Mangapul kepada media  saat menggelar konferensi pers di Center TMP, Jl H Ulakma Sinaga, Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Simalungun, Minggu (3/2/2019) sore.

Tak sampai di sana, Mangapul pun menghubungi pihak terkait atas adanya isu tersebut.

"Saya klarifikasi dan tanyakan ke pihak kehutanan. Dan jawaban yang mereka sampaikan kepada saya bahwa syaa tidak ada masalah," ujarnya. 

Mangapul mengaku dirinya ikhlas, walaupun ada pihak yang sengaja mencatut namanya demi kepentingan politik.

"Soal itu saya tidak mpermasalahkannya, kalau pun ada ya biarlah Tuhan yang akan membalasnya," sebutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya oleh daring www.tribun-medan.com, Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan Sumatera Utara melakukan penangkapan terduga pelaku penebangan liar di Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sabtu (2/2/2019) dini hari.

Dinas Kehutanan Sumatera Utara melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah II Pematangsiantar, Joner Sipahutar kepada Kompas.com, Sabtu (2/2/2019) pagi, membenarkan hal tersebut.

"Benar, ada tindakan kita lakukan di lokasi. Petugas kita masih di sana," kata Joner.

salah seorang saksi yang juga warga Kecamatan Pamatang Sidamanik, menyebut, warga di daerah mereka sejak lama mengeluhkan adanya aksi penebangan liar yang sudah berjalan sekitar 10 tahun terakhir.

Dampak penebangan itu sendiri mengakibatkan rusaknya jalan kampung sejauh 15 kilometer dan terjadinya longsor di sekitar lokasi yang tak jauh dari permukiman warga.

Saksi mengaku, aksi penebangan liar terjadi di Dusun Marihat Gunung, Nagori Jorlang Huluan, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved