Massa ‘Sandera’ Mobil PLN
Ratusan warga Surien, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, “menyandera” mobil operasi layanan milik PT PLN
“Posisi saat trafo itu diperbaiki, lampu dipadamkan. Tapi, begitu lampu hidup, tiba-tiba lampu begitu terang dan langsung putus. Begitu juga dengan televisi, langsung terdengar ada letupan kecil dan langsung keluar asap. Hanya warga yang cepat tahu peristiwa itulah yang peralatannya yang selamat,” pungkas Adi ditemani sejumlah warga lainnya.
PLN Bertanggung Jawab
Manajer Area PLN Banda Aceh, Wahyu Ahadi Rouzi yang dikonfirmasi Serambi, Kamis (21/2) terkait hal itu mengungkapkan bahwa PT PLN (Persero) bersama mitranya--dalam hal ini PT Wahana Aceh Power--akan bertanggung jawab sepenuhnya atas kerusakan peralatan elektronik yang menimpa warga Surien.
“Intinya mobil kita bukan disandera. Tapi, waktu itu posisinya memang di sana ada perbaikan jumperan trafo, karena di sana ada gangguan. Karena kekhawatiran kita kerusakan semakin parah maka langsung kita ambil sikap untuk perbaiki,” sebutnya.
Menurutnya, diduga saat proses jumper itu ada korslet di gardu tersebut, sehingga menyebabkan kejadian seperti itu. “Tapi, karena saat itu ada dugaan human error (faktor kelalaian manusia), sehingga PLN bertanggung jawab. Kita akan perbaiki semua kerusakan yang terjadi di sana,” ujarnya.
Tapi, menurut Wahyu Ahadi, perbaikan yang menjadi bagian pemeliharaan yang telah sampai waktunya itu, sudah sesuai standard operating procedure (SOP). Namun, di luar hal itu apakah petugas sedang kelelahan di samping pekerjaan yang dilakukan menjelang malam hari, sehingga kejadian tersebut dianggap human error, karena kemungkinan pada saat jumper itu kemungkinan tidak ketat dilakukan. “Nah, kalau memang human error kita bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi. Tapi, selama ini di masyarakat, sedikit-sedikit kesalahan ada pada PLN, misalnya pohon yang tumbang, kabel yang kena mobil atau tiang ditabrak. Jadi, tidak boleh disamaratakan,” tukasnya.
Ia menduga, kerusakan peralatan elektronik tidak begitu parah, seperti pada televisi. “Mungkin hanya IC kapasitornya yang rusak. “Intinya kita bertanggung jawab dan tidak lepas tangan, sesuai dengan yang tertera di dalam surat perjanjian itu,” pungkas Wahyu. (mir)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-gampong-surien-kecamatan-meuraxa-banda-aceh-mencegat-mobil.jpg)