Luar Negeri
Diburu di Afghan Hingga Pakistan,Ternyata Pendiri Taliban Tinggal Dekat Pangkalan Militer Amerika
Pemerintah Amerika Serikat menjanjikan hadiah uang tunai 10 juta dollar AS atau hampir Rp 143 miliar untuk kepala Mullah Omar
Diburu di Afganistan Hingga Pakistan, Ternyata Pendiri Taliban Tinggal Dekat Pangkalan Amerika Serikat
SERAMBINEWS.COM - Salah satu bentuk kegagalan paling memalukan dari intevensi militer Amerika Serikat di Afghanistan adalah tak berhasil menemukan Mullah Omar, sang pendiri Taliban.
Padahal, menurut sebuah buku terbaru, Mullah Omar selama bertahun-tahun tinggal di sebuah rumah tak jauh dari sebuah pangkalan militer Amerika Serikat.
Selama ini, Washington yakin pria bermata satu itu kabur untuk mencari perlindungan di Pakistan.
Namun, sebuah biografi baru menyebut Mullah Omar tinggal hanya dalam jarak kurang dari 5 kilometer dari Pangkalan Militer AS Forward di provinsi Zabul.
Baca: Pertempuran Sengit, 100 Tentara Afghanistan dan 194 Taliban Meninggal Dalam Perebutan Kota Ghazni
Mullah Omar tinggal di wilayah itu, yang adalah kampung halamannya, tak lama sebelum meninggal pada 2013.
"Searching for an Enemy" buku karya jurnalis Belanda Bette Dam, mengungkap, Mullah Omar tinggal menyendiri, menolak kunjungan keluarga, dan menghabiskan hari membuat catatan dalam bahasa imajiner.
Bette Dam menghabiskan waktu lebih dari lima tahun untuk meneliti sebelum menerbitkan bukunya.
Dia antara lain mewawancarai Jabbar Omari, pengawal Mullah Omar yang membantu dia bersembunyi sejak rezim Taliban digulingkan.
Menurut buku itu, Omar menghabiskan waktu dengan mendengarkan siara berita BBC Bahasa Pashto di malam hari.
Baca: Drone Tempur Amerika Serikat Serang Kawasan Selatan Afghanistan, Komandan Senior Taliban Terbunuh
Namun, dia memilih berdiam diri bahkan saat mendengar pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden tewas di tangan pasukan khusus AS.
Menyusul tragedi 11 September 2001 yang kemudian memicu tumbangnya rezim Taliban.
Pemerintah Amerika Serikat menjanjikan hadiah uang tunai 10 juta dollar AS atau hampir Rp 143 miliar untuk kepala Mullah Omar.
Saat itulah, menurut Bette Dam, Mullah Omar mulai bersembunyi di sebuah rumah kecil di Qalat, ibu kota provinsi Zabul.
Keluarga yang tinggal di rumah itu diperintahkan tidak menyebarkan identitas tamu mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/taliban-afghanistan-di-atas-mobil.jpg)