Terorisme di Selandia Baru

Cerita Warga Aceh di New Zealand, Didatangi Tetangga dan Sahabat Usai Penembakan di Christchurch

Setelah peristiwa tadi siang, ternyata para tetangga dan sahabat Niklin ikut berdatangan ke rumahnya untuk memberi semangat.

Cerita Warga Aceh di New Zealand, Didatangi Tetangga dan Sahabat Usai Penembakan di Christchurch
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS.COM
Warga Aceh di New Zealand, Niklin Jusuf, dan tiga putranya. For 

Bahkan, katanya, dia bersama keluarga sama sekali tidak pernah berpikir akan terjadi insiden penembakan tersebut.

"Sama sekali kami tidak terbayang akan terjadi peristiwa ini," katanya.

Pascaperistiwa itu, Niklin bersama keluarga juga berkomunikasi dengan warga Aceh lainnya yang kini tersebar di beberapa kota di Selandia Baru.

Setelah peristiwa tadi siang, ternyata para tetangga dan sahabat Niklin ikut berdatangan ke rumahnya untuk memberi semangat.

"Mereka datang ke rumah untuk bersama-sama kami, katanya tidak apa-apa, memberi semangat dan ada juga sahabat yang menanyakan keadaan via message," katanya.

Niklin bersama istri dan tiga anaknya kini menetap di kawasan 29 Naenae RdNaenae, Lower Hutt 5011, Selandia Baru.

Niklin mengaku sudah menetap di Selandia Baru sejak 1999. Sedangkan istrinya menyusul tahun 2003 silam.

Ia bekerja di salah satu perusahaan di Kota Wellington, Ibu Kota Selandia Baru.

Saat ini, jumlah warga Aceh di New Zealand sekitar 41 orang.

Di Wellington tujuh orang, di Palmerston North 3 orang, di Auckland sekitar 25 orang, dan di Invercargill satu keluarga sekitar enam orang.(*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved