Breaking News:

Penjelasan Pengamat Soal Mengapa Wanita Kerap Dijadikan Alat Dalam Aksi Bom Bunuh Diri

"Kekuatan emosional itu sangat berakar ketimbang dirasionalkan. Kalau pakai hati, emosional, yang bermain, buktinya sudah banyak

Editor: Fatimah
Kolase Via Tribun Medan
Polisi mengamankan pelaku teror bom di Sibolga, Selasa (12/3/2019) 

SERAMBINEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) disarankan merancang strategi khusus untuk menderadikalisasi pelaku teror perempuan menyusul aksi Solimah, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah, yang meledakkan diri setelah gagalnya proses negosisasi dengan Densus 88 selama hampir sepuluh jam.

Ini karena peran istri atau perempuan dalam aksi-aksi radikalisme saat ini sangat dominan, kata pengamat.

Baca: PT Angkasa Pura Serahkan 3 Gedung

Kepolisian Indonesia menyebut, pemahaman radikalisme Solimah dipengaruhi oleh suaminya Husain alias Abu Hamzah. Keluarga itupun, kata Juru Bicara Mabes Polri, Dedi Prasetyo berencana melakukan aksi teror seperti yang dilakukan keluarga Dita Oepriarto di Surabaya, Jawa Timur, pada Mei 2018.

 
"Kalau melihat kenekatannya begitu ya iya, dia terinspirasi dari kejadian di Surabaya itu," ujar Juru Bicara Mabes Polri, Dedi Prasetyo kepada BBC News Indonesia, Kamis (14/03).

Baca: Hasil Survei Elektabilitas Jokowi-Maruf Vs Prabowo-Sandi di 13 Lembaga, Lihat Perbandingannya

Hasil pemeriksaan pula diketahui, keyakinan Solimah terhadap radikalisme lebih kuat dan ekstrem dari suaminya. Itu mengapa ketika Densus 88 membawa Husain ke rumahnya yang terletak di Jl. KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Pancuran Bambu, Sibolga, Sumatera Utara, untuk membujuk tak berhasil.

"Husain alias Abu Hamzah bilang, 'Saya nggak yakin bisa meluluhkan hati istri saya karena pemahaman istri saya terhadap ideologi sangat keras'," kata Dedi.

Karenanya, Kepolisian tengah mempelajari serangan-serangan terorisme yang melibatkan istri beserta anak-anaknya.

Dalam catatan polisi, aksi semacam ini baru ada tiga, dua di antaranya terjadi di Surabaya dan Sidoarjo.

Selain itu Densus 88 juga mulai melibatkan polisi wanita (polwan) ketika menginterogasi terduga teroris perempuan.

Baca: Kasus Pelayanan Publik Bisa Dilapor Via Online

Sebab bagaimanapun, kata Dedi, peran mereka tak kalah kuat dibanding laki-laki.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved