Mahathir Sebut Sejumlah Perusahaan Asing Berminat Beli Malaysia Airlines

Mahathir mengungkapkan bahwa ada sejumlah perusahaan lokal maupun asing yang berminat membeli maskapai tersebut.

Mahathir Sebut Sejumlah Perusahaan Asing Berminat Beli Malaysia Airlines
PM Malaysia Mahathir Mohamad saat berdiskusi di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Kamis (25/10/2018). (AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA) 

SERAMBINEWS.COM - Terus dirundung masalah setelah kecelakaan tragis dua pesawatnya pada 2014, Malaysia Airlines hendak dijual oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Mahathir mengungkapkan bahwa ada sejumlah perusahaan lokal maupun asing yang berminat membeli maskapai tersebut.

Malaysia Airlines sendiri saat ini sedang mengalami masalah finansial.

Baca: Alat Kontrasepsi IUD Masuk ke Dalam Perutnya, Ibu Ini Kehilangan Indung Telur, Rahim, dan Jari Kaki

Hal ini menyebabkan pemerintah Malaysia sedang mempertimbangkan pilihan antara menutup, menjua, atau kembali mendanai Malaysia Airlines.

Salah satu opsi yang masih dipelajari pemerintah yakni opsi untuk menjual maskapai yang kini bernama Malaysia Airlines Bhd (MAB) sejak diprivatisasi pada 2014.

"Ada pihak-pihak tertentu yang mengaku tertarik untuk membeli (maskapai), sehingga kami tidak membantah (kemungkinan menjual)," ujar Mahathir, Rabu (20/3/2019), dengan tanpa mengungkapkan nama-nama perusahaan yang dimaksud.

Baca: Ibu-ibu Bhayangkari Aceh Utara Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya  

Pemerintah, lanjut Mahathir, juga akan mempertimbangkan apakah akan mengubah manajemen maskapai, mengurangi, atau justru memperluasnya.

"Walaupun kami mempekerjakan manajemen asing, MAS masih mengalami kerugian. Oleh karena itu, salah satu opsi yang ada saat ini adalah menjualnya," ujar Mahathir, merujuk akronim nama Malaysia Airlines sebelumnya.

Maskapai tersebut telah kehilangan dua CEO asingnya yang memilih keluar sebelum masa kontrak mereka selesai sejak maskapai diambil alih oleh negara menggunakan pendanaan dari Khazanah Nasional.

Baca: Kisah Taufik, Bocah Penyandang Disabilitas yang Selamatkan Puluhan Wisatawan Pascagempa di Lombok

"Saya mencintai MAS. Saya ingin MAS menjadi maskapai penerbangan nasional, tetapi sepertinya kami tidak mampu untuk memilikinya," ujarnya lagi.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved