Selasa, 7 April 2026

Nonmuslim New Zealand Hadiri Shalat Jumat

Warga muslim di New Zealand atau Selandia Baru, Jumat (22/3) waktu setempat, melaksanakan shalat Jumat

Editor: hasyim

BANDA ACEH - Warga muslim di New Zealand atau Selandia Baru, Jumat (22/3) waktu setempat, melaksanakan shalat Jumat perdana setelah tragedi penembakan brutal oleh Brenton Tarrant di dua masjid di Kota Christchurch yang menewaskan 50 warga muslim pekan lalu.

Pelaksanaan shalat Jumat kemarin, baik di Masjid Al Noor dan Linwood, maupun di seluruh masjid lainnya di Selandia Baru, berlangsung aman, bahkan warga nonmuslim di negara yang dulunya terkenal toleran itu ramai-ramai menghadirinya.

Informasi tersebut diperoleh Serambi dari Niklin Jusuf, warga Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara, Pidie yang kini menetap di Kota Lower Hutt, perbatasan ibu kota New Zealand, Wellington. Niklin Jusuf secara khusus menyampaikan informasi itu kepada Serambi melalui WhatsApp seusai pelaksanaan shalat Jumat di sana kemarin.

Dia katakan, shalat Jumat perdana di kota dia tinggal berjalan lancar dan aman, bahkan mendapat pengawalan dari pihak kepolisan dan masyarakat setempat. “Jamaah Jumat hari ini di Lower Hutt Islamic Centre seperti biasa. Pelaksanaan Jumat berlangsung aman dan lancar,” tulis Niklin dalam pesannya yang juga mengirim sejumlah foto dan video kepada Serambi.

Niklin Jusuf juga melaporkan suasana tak biasa dari pelaksanaan shalat Jumat di New Zealand kemarin. Di mana, warga nonmuslim di Lower Hutt ikut menghadiri prosesi shalat Jumat di sana. Menurut Niklin, kehadiran warga nonmuslim dalam prosesi shalat Jumat menunjukkan bukti solidaritas atas terbunuhnya warga muslim dalam tragedi penembakan brutal pekan lalu.

Bahkan, sejumlah perempuan ikut mengenakan jilbab dan hadir dalam pekarangan dan di luar masjid. Mereka, kata Niklin, menyaksikan warga muslim melaksanakan shalat Jumat dan ikut mengawal jalannya pelaksanaan shalat Jumat.

“Yang luar biasa hari ini adalah ramai warga nonmuslim yang ikut dalam pelaksanaan shalat Jumat. Yang nonmuslim berada di luar masjid. Semua perempuannya pakai jilbab dan ramai polisi pula yang berjaga-jaga,” katanya.

Tak hanya di Lower Hutt, kota tempat Niklin bermukim, hal yang sama juga terjadi di berbagai kota di Selandia Baru sesuai dengan informasi yang diperoleh Niklin dari sahabat-sahabat muslim di sana.

Dia juga melaporkan, ada anggota parlemen yang ikut hadir saat pelaksanaan shalat Jumat. Mereka adalah Chris Hipkins, Menteri Pendidikan dari Partai Buruh yang berkuasa dan Chris Bishop, anggota parlemen kawasan Lower Hutt Selatan dari Partai Nasional (partai oposisi). “Mereka hadir di Lower Hutt Islamic Centre, tempat saya shalat Jumat tadi (kemarin -red),” tulis mantan pejuang GAM tersebut.

Niklin Jusuf adalah warga Aceh yang telah tinggal di Selandia Barua sejak 1999. Dia bersama istri dan tiga putranya tinggal di kawasan 29 Naenae RdNaenae, Lower Hutt 5011, New Zealand. Sejak insiden penembakan pekan lalu, Niklin adalah warga Aceh yang kerap memberi informasi kepada Serambi terkait peristiwa yang mencengangkan dunia internasional tersebut.

Seperti diberitakan, aksi penembakan dilakukan oleh teroris bernama Brenton Tarrant dan tiga temannya di dua masjid di Kota Christchurch pada Jumat (15/3) lalu. Dia menembaki dengan brutal puluhan umat muslim yang hendak melaksanakan shalat Jumat.

Sebanyak 50 warga muslim meninggal dalam tragedi itu. Dalam video yang beredar, pelaku teror memasuki masjid dan menembak semua warga muslim yang ada di dalam masjid, termasuk wanita yang ada di luar masjid. Tragedi itu mendapat kecaman dari masyarakat dunia, termasuk dari Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan berbagai tokoh agama dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) di Aceh.

Sementara pelaku teror, Brenton Tarrant ditangkap polisi pada hari yang sama dan disidangkan langsung eseoknya. Sidangnya dilanjutkan 5 April mendatang. (dan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved