Luar Negeri

Dinyatakan Kalah, ISIS Balas Dendam, Serbu Pasukan Demokratik Suriah dan Tembak Mati 7 Tentara SDF

ISIS mengklaim telah menyerang tentara pos pemeriksaan di pintu masuk kota dan menewaskan 7 orang Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Dinyatakan Kalah, ISIS Balas Dendam, Serbu Pasukan Demokratik Suriah dan Tembak Mati 7 Tentara SDF
Pars Today
Pasukan ISIS di Suriah mengklaim telah menembak mati 7 tentara Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Senin (25/3/2019) atau dua hari setelah SDF menyatakan ISIS kalah. 

"Sel-sel tidur ini sedang diaktifkan dan melakukan serangan, tapi kami menggagalkan operasi mereka," imbuhnya.

Kepala Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) Andel Rahman menyatakan, serangan itu merupakan yang paling berdarah di Manbij sejak 16 Januari lalu.

Saat itu, sebanyak 19 orang termasuk empat personel tewas dalam aksi bom bunuh diri yang diklaim oleh ISIS.

Baca: Setelah Dinyatakan Kalah, Bagaimana Kelanjutan ISIS, Akankah Ancaman ISIS Hilang?

Dia meyakini, ratusan anggota SDF telah terbunuh dalam serangan yang diyakini telah dilakukan oleh sel-sel tidur ISIS sejak Agustus 2018.

Seperti diketahui, ISIS berjanji untuk melakukan serangan balas dendam terhadap SDF usai kekalahan di desa Baghouz, dekat dengan perbatasan Irak, pada Sabtu (23/3/2019).

Dinyatakan kalah

Seperti diberitakan sebelumnya, Pasukan Demokratik Suriah ( SDF) akhirnya mengumumkan kemenangan total atas kelompok ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS).

Pernyataan itu disampaikan juru bicara SDF Mustafa Bali melalui keterangan tertulisnya di Twitter, Sabtu (23/3/2019).

Baca: Sejarah Singkat ISIS, Dari Kebangkitan hingga Kejatuhannya

Hal ini menjadi klimaks operasi yang berlangsung selama satu bulan.

"Kami mendeklarasikan kemenangan total dan 100 persen kekalahan teritorial ISIS. Di hari yang unik ini, kami memperingati ribuan martir yang membuat kemenangan ini jadi nyata," ucap Bali.

SDF yang dibantu koalisi Amerika Serikat (AS) mulai melancarkan serangan di Baghouz, desa yang menjadi benteng terakhir ISIS, sejak 9 Februari. (*)

Editor: Safriadi Syahbuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved