PBB: 134 Muslim Mali Dibantai Secara Brutal, Korban Banyak Perempuan dan Anak-anak
Kekerasan di desa Ogossagou telah menewaskan 134 Muslim Mali secara brutal pada hari Sabtu (23/3), yang menargetkan etnis minoritas Fulani.
Namun tidak jelas hubungan apa yang dimiliki ASS dengan kelompok-kelompok bela diri desa Fulani lainnya.
ASS dituduh oleh milisi Dogon terkait dengan kelompok-kelompok militan Islam di daerah tersebut, tetapi ASS membantahnya.
Pecat 2 Jendral
Selain melarang Dan Na Ambassagou, Presiden Ibrahim Boubacar Keita juga memecat dua jenderal: kepala staf Jenderal M'Bemba Moussa Keita dan kepala pasukan darat Jenderal Abdoulaye Coulibaly.
Dalam sebuah pernyataan, kepresidenan mengatakan bahwa perlindungan terhadap penduduk tetap di tangan negara.
"Menjauhkan diri dari klaim bahwa mereka telah mengalihdayakan perjuangan melawan para jihadis.
"Pasukan kami akan ... secara aktif melucuti setiap orang yang tidak boleh dipersenjatai," tambahnya.
Penuntut Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) Fatou Bensouda mengutuk serangan itu.
Dia mengatakan itu bisa berada di bawah yurisdiksinya dan bahwa pihaknya akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan investigasi.
"Kami bisa menuntut mereka yang berpartisipasi atau berkontribusi pada apa yang tampaknya merupakan kejahatan yang mengerikan".
ICC telah bekerja dengan pemerintah Mali sejak 2012 tentang dampak pemberontakan jihadis.
Baca: MUI Tidak Pernah Mengeluarkan Fatwa Golput Haram, Hanya Imbau Masyarakat Mencoblos dan Tak Golput
Baca: 51 Lembaga Lokal dan Asing Pemantau Pemilu Telah Diverifikasi Bawaslu, Berikut Daftar Lengkapnya
Baca: Viral! Pria di Bali Coba Tebas Pengguna Jalan dengan Parang, Ini Kronologinya
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul 134 Muslim Mali Dibantai Secara Brutal, Korbannya Perempuan dan Anak-anak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pembantaian-134-muslim-mali.jpg)