Gampong Jawa, dari TPA Hingga Tempat Wisata

DIKENAL sebagai kampung nelayan, Gampong Jawa kini bertransformasi menjadi tempat wisata

Gampong Jawa, dari TPA Hingga Tempat Wisata
SERAMBI/NURUL HAYATI
PEMANDANGAN baru di Pasie Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh. Foto direkam Minggu (31/4). 

DIKENAL sebagai kampung nelayan, Gampong Jawa kini bertransformasi menjadi tempat wisata. Kesan Gampong Jawa yang kumuh sebagai Tempat Penampungan Akhir (TPA), seketika berubah ketika Anda menginjakkan kaki di Pasie Gampong Jawa. Pasie atau pantai tersebut, sebelumnya lebih dikenal sebagai tempat tarek pukat. Kegiatan menarik pukat darat dengan bantuan perahu dan jaring yang dilakukan secara bersama-sama.

Aktivitas menarik pukat menjadi alasan tersendiri bertandang ke mari. Jika sore tiba, Anda akan mendapati pengunjung mengalir ke tempat ini. Mereka terlihat antusias melihat para nelayan setempat bergelut dengan jaring. Memamerkan ikan segar hasil yang tangkapannya. Tak sedikit dari pengunjung yang terlihat tak sungkan-sungkan berbaur dengan para nelayan. Ya, sejak lama Gampong Jawa dikenal sebagai ‘lumbung’ ikan.

Kini, pemadangan tersebut bertambah semarak dengan kehadiran kafe-kafe cantik. Keberadaannya langsung saja mencuri perhatian pengunjung. Seperti pemandangan saat Serambi menyambangi Pasie Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Minggu (31/3). Kafe yang dibangun serupa balkon tersebut menjadi daya tarik baru tempat ini. Bangunan berkonstruksi kayu dalam balutan tirai dan cat warna-warni, membuat wajah Pasie Gampong Jawa terlihat sumringah.

“Kafenya belum lama ini juga dibangun. Kalau Hari Minggu seperti ini memang selalu ramai,” ujar salah seorang pedagang setempat yang tak mau disebut namanya.

Kafe-kafe tersebut tak hanya sedap dipandang, tapi juga nyaman disinggahi. Ini lantaran letaknya yang persis di bibir pantai, menyuguhkan panorama hamparan laut berlatar gugusan bukit. Tambahan lagi, kafe dibangun di atas pancang-pancang sehingga posisinya lebih tinggi. Ini membuat hembusan angin sore yang mengelus, lembut terasa makin melenakan. Dua hal yang membuat Anda bakal betah berlama-lama.

Kehadiran kafe-kafe yang tertata apik itu, membuat kesan Gampong Jawa yang awalnya dikenal sebagai TPA ‘luntur’. Belum lama ini, pemerintah kecamatan itu juga menetapkan Gampong Jawa sebagai ‘Pantai terminal sampah’. Sebuah bak penampungan disiagakan untuk menampung sampah, sesuai dengan klasifikasinya.

Seperti lazimnya kampung nelayan, di sini anda akan mendapati pemandangan berupa perahu warna warni yang berlabuh. Bagi anda yang gemar memancing, Gampong Jawa bukan pilihan keliru. Berenang di ombaknya yang tenang atau sekedar bermain pasir bisa menjadi pilihan menyenangkan. Jika beruntung, Anda akan disuguhkan pemandangan berupa saat-saat matahari tenggelam dalam pelukan malam.(nurul hayati)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved