Demo Mahasiswa Tolak PT EMM, Ketua Komisi I Azhari Cagee Kecam Tindakan Polisi

Ketua Komisi I DPRA, Azhari Cagee mengecam tindakan pihak kepolisian yang menurutnya melakukan tindakanan penanganan aksi demo mahasiswa tolak PT EMM

Demo Mahasiswa Tolak PT EMM, Ketua Komisi I Azhari Cagee Kecam Tindakan Polisi
ist
Ketua Komisi I DPRA, Azhari Cagee

Demo Mahasiswa Tolak PT EMM, Ketua Komisi I Azhari Cagee Kecam Tindakan Polisi

Laporan Subur Dani | Banda Aceh  

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Komisi I DPRA, Azhari Cagee mengecam tindakan pihak kepolisian yang menurutnya melakukan tindakanan penanganan aksi demo mahasiswa tolak PT EMM di luar protap dalmas.

Azhari menilai, penanganan atau pengamanan yang dilakukan polisi terhadap aksi ribuan mahasiswa pada demo hari pertama, Selasa (9/4/2019) di luar kewajaran.

Pasalnya, menurut Azhari Cagee, tak sedikit mahasiswa yang terkena gas air mata dan seperti dilaporkan ada mahasiswa yang terluka dan pingsan akibat tembakan gas air mata.

Baca: DPR Aceh Tolak Izin PT EMM yang Dikeluarkan Kepala BKPM

Baca: Mahasiswa FEB Unimal Dukung Penolakan Tambang PT EMM, Minta Plt Gubernur Aceh Segera Nyatakan Sikap

Baca: Ketua Komisi II DPRA Nurzahri: PT EMM tak Pernah Kantongi Izin dari Pemerintah Aceh

"Saya mengecam tindakan pihak kepolisian yang melakukan penanganan demo PT EMM di kantor gubernur yang di luar protap dalmas," katanya kepada Serambinews.com, Rabu (10/4/2019).

Jika merujuk terhadap penanganan dan pengamanan demo yaitu Perkapolri Nomor 16 Tahun 2006, kata politisi Partai Aceh tersebut, seharusnya pihak kepolisian wajib mengedepankan hak asasi manusia (HAM) terhadap setiap pengunjuk rasa dan tidak mengedepankan kondisi khusus.

"Sehingga Polri bisa mengambil tindakan represif apalagi memukul yang menyebabkan mahasiswa berdarah dan pingsan, ini sudah di luar kewajaran dan tidak seperti penanganan demo lainnya," ujar Cagee.

Dia mencontohkan seperti demo Lembaga Wali Nanggroe di DPRA beberapa waktu lalu ketika mahasiswa merusak pintu gerbang, penanganannya biasa saja.

"Tindakan Polda yang berlebihan seperti ini malah menimbulkan tanda tanya ada apa dengan PT EMM yang merampas hak Aceh dan izinnya tidak sesuai UUPA," kata Cagee.

Dia menambahkan, hak warga negara dalam berpendapat di muka umum dilindungi oleh konstitusi yaitu pasal 28 E UUD 1945 serta makanisme pelaksanaannya diatur dalam UU Nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

"Saya Azhari Cagee, ketua Komisi I DPRA yang membidangi hukum keamanan dan politik meminta kepada Kapolda Aceh untuk menindak dan mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum Polri yang bertindak di luar protap dan aturan dalam menangani demo tersebut," pungkas Azhari Cagee. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved