Nelayan Calang Sita Boat Meulaboh

Nelayan Lhok Calang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Jumat (12/4), menangkap satu unit boat nelayan asal Kabupaten Aceh Barat

Nelayan Calang Sita Boat Meulaboh
Boat nelayan bersandar di Gampong Deah Glumpang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Sabtu (14/7). Cuaca buruk dalam dua hari ini yang melanda Banda Aceh dan beberapa wilayah lain di Aceh, membuat sebagian nelayan tidak melaut. SERAMBI/BUDI FATRIA 

* Diduga Langgar Hukum Adat Laut

CALANG - Nelayan Lhok Calang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Jumat (12/4), menangkap satu unit boat nelayan asal Kabupaten Aceh Barat yang diduga melanggar hukum adat laut kawasan setempat. Hal tersebut disampaikan Panglima Laot Lhok Calang, Yunan kepada Serambi, Jumat siang.

Yunan mengatakan, boat dengan nama KM Wirduna tipe 5 GT yang di pimpin pawang M Nur itu diamankan nelayan setempat bersama dengan seluruh anak buah kapal (ABK) setelah kedapatan melakukan pemasangan bubul di ujam/rumpon milik nelayan Lhok Calang.

“Tadi pada pukul 10 pagi (kemarin-red), kita mendapati ada boat nelayan yang memasangkan bubul di kawasan ujam/rumpon milik nelayan kita. Setelah itu, kita amankan mereka ke dermaga untuk selanjutnya kita selesaikan secara hukum adat,” terangnya.

Ia menambahkan, penangkapan boat tersebut dilakukan oleh nelayan setempat dengan dibantu sejumlah aparat keamanan untuk menghindari betrok antarnelayan. “Penangkapan boat tersebut dilakukan oleh nelayan dan dibantu Babinsa Sentosa, dengan pengawasan pihak Koramil dan Polsek Krueng Sabee,” tukasnya.

Boat tersebut, terangnya, akan disita hingga satu minggu kemudian. Sedangkan untuk penyelesaian hukum adat laut itu sendiri, beber Yunan, pihaknya masih menunggu kehadiran Panglima Laot Meulaboh untuk mencari solusi secara bersama-sama.

“Boat sama hasil tangkapan kita sita. Kalau boat kita sita sementara, sedangkan hasil tidak akan dikembalikan lagi,” tegasnya. “Untuk penyelesaiannya, besok (hari ini-red), rencananya baru diselesaikan karena menunggu kedatangan dari Panglima Laot dari Meulaboh, sedangkan pawang dan ABK sudah pulang tadi dijemput sama toke mereka,” tandasnya.

Jaga Hukum Adat Laut
Pada bagian lain, Panglima Laot Lhok Calang, Yunan mengimbau, para nelayan baik lokal maupun nelayan dari luar Aceh Jaya untuk sama-sama menjaga hukum dan adat laut. Yunan menekankan, pihaknya tidak akan segan-segan mengambil sikap tegas bila ada boat nelayan yang berani melanggar aturan hukum dan adat laut di Lhok Calang.

“Saya selaku Panglima Laot Lhok Calang menekankan bagi siapa pun boat yang melanggar aturan hukum adat laut Lhok Calang, kami atas nama perangkat Panglima Laot akan memberi sanksi sesuai dengan hukum adat laut Wilayah Lhok Calang,” tegasnya.

“Untuk itu, saya mengimbau kepada saudara-saudara nelayan, baik nelayan lokal maupun nelayan dari kecamatan yang ada di Aceh Jaya, atau dari kabupaten lain, tolong kita jaga bersama hukum dan adat laut kita agar supaya tetap terjaga dengan baik,” tutupnya.(c52)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved