Proyek DOKA Aceh Barat Dimulai

Sebanyak 10 dari 35 paket proyek bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Aceh Barat

Proyek DOKA Aceh Barat Dimulai
For Serambinews.com
Koordinator GeRAK aceh Barat, Edy Syah Putra 

* 10 Paket Sudah Teken Kontrak

MEULABOH - Sebanyak 10 dari 35 paket proyek bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Aceh Barat, Selasa (16/4) siang, mulai diteken bersama antara rekanan dan pemkab setempat di aula Setdakab dengan dihadiri Sekda Adonis dan sejumlah kepala dinas.

Informasi yang diperoleh Serambi dari Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Aceh Barat menjelaskan, pagu DOKA Aceh Barat pada tahun 2019 sekitar Rp 106 miliar. Dari total pagu tersebut, sebanyak Rp 87,16 miliar yang dipecah dalam 52 paket memerlukan penyedia jasa/rekanan di dalam proses pelaksanaannya.

Di antaranya paket pekerjaan konstruksi, pengadaan barang serta jasa lainnya, serta seleksi untuk jasa konsultasi, baik itu perencanaan maupun pengawasan. Sisanya sebesar Rp 16,3 miliar proses pelaksanaan dilakukan secara swakelola, e-purchasing maupun pengadaan langsung (non-tender) untuk paket pekerjaan di bawah Rp 200 juta.

“Alhamdulillah, berkat dukungan serta kerja sama yang baik antara tim Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) yang terdiri dari tim Pokja Pemilihan dan tim LPSE dengan tim SKPK yakni PPK serta dukungan penuh dari Kuasa Pengguna Anggaran (kepala dinas), sampai saat ini kita telah menayangkan paket yang ditender pada LPSE Aceh Barat,” kata Kurdi, Kepala UKPBJ Aceh Barat.

Ia merincikan, sebanyak 88 paket yang ditayangkan terdiri dari 35 paket yang dilakukan secara tender dengan pagu total sebesar Rp 44,3 miliar dan sebanyak 53 paket nontender (paket di bawah 200 juta) dengan pagu total sebesar Rp 5,4 miliar.

Pada bagian lain, Sekda Aceh Barat, Adonis meminta rekanan yang sudah melakukan tanda tangan kontrak untuk mengerjakan proyeknya sesuai aturan berlaku dan dapat diselesaikan tepat waktu. “Saya minta para rekanan yang sudah teken kontrak ini segera tuntaskan pekerjaannya, sehingga proyek tersebut dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tukas Sekda.

Sementara itu, Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat kembali mengingatkan rekanan dan warga di kabupaten itu untuk hati-hati terhadap praktik calo proyek. Apalagi, saat ini sedang musim lelang sehingga para calo proyek akan bergentayangan untuk menjadi ‘mangsa’.

Hal itu dikatakan Koordinator GeRAK Aceh Barat, Edy Syah Putra kepada Serambi, Rabu (17/4). “Hal ini penting karena ini menyangkut dengan kualitas proyek yang nantinya akan dikerjakan oleh para rekanan,” kata Edy.

Ia memaparkan, ketika proyek dimenangkan oleh pihak yang diduga telah menyetorkan uang kepada calo, maka akan diragukan kualitas proyek tersebut. “Khawatirnya, jika rekanan mendapat proyek lewat perantara calo maka kemungkinannya akan dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan kualitas proyek atau spesifikasi yang telah ditetapkan. Ini yang harus dicegah,” tandasnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved