Sejarah Asal Mula Bendera Kuning Dijadikan Sebagai Simbol Kematian

Dilansir dari intisari.grid.id, pemilihan kuning sebagai warna kematian ini ternyata bermula dari zaman kolonialisme Belanda.

Sejarah Asal Mula Bendera Kuning Dijadikan Sebagai Simbol Kematian
Bendera kuning | cnbc 

SERAMBINEWS.COM -  Warna hitam sering dikaitkan dengan suasana duka atau kematian. Di beberapa negara, pakaian hitam biasa dikenakan saat menghadiri pemakaman. Warna gelap tersebut seolah-olah menggambarkan kesedihan dan kemuraman setelah ditinggal orang terkasih. 

Namun, selain hitam, di beberapa wilayah Indonesia, kuning juga menjadi warna kematian. Disimbolkan melalui bendera-bendera yang dipasang di sekitar rumah duka. Bagaimana awal mulanya?

Baca: Saat Faul Tampil, Host Liga Dangdut Indonesia Kenakan Jas Motif Gayo Hadiah dari Pemkab Bener Meriah

Dilansir dari intisari.grid.id, pemilihan kuning sebagai warna kematian ini ternyata bermula dari zaman kolonialisme Belanda. Awalnya, dikenal bendera persegi panjang polos berwarna kuning dengan simbol huruf Q.

Bendera kuning ini merupakan penanda bagi para penderita sebuah wabah mematikan yang wajib dikarantina. Oleh sebab itu, simbolnya adalah Q, berasal dari kata "quarantine".

Baca: Penjelasan Ilmiah Mengapa Letusan Tambora Menjadi yang Paling Mematikan Dalam Sejarah

Konon, di zaman itu, saking mematikannya, wabah tersebut cepat menular dan memakan banyak korban meninggal. Banyak bendera kuning lalu terlihat di setiap kematian.

Hingga saat ini, kebiasaan itu masih dilakukan, meskipun sudah tidak ada wabah. Dan bendera kuning pada akhirnya identik dengan kematian dan digunakan untuk menandai kematian seseorang. 

Artikel ini tayang pada National Geographic Indonesia dengan judul : Bendera Kuning Sebagai Simbol Kematian, Bagaimana Sejarahnya?

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved