Selundupkan Sisik Trenggiling,  Dua WNA Asal Tiongkok Diciduk Petugas Bea Cukai

Kedua pelaku mencoba menyeludupkan sisik trenggiling tersebut dengan menempatkan di beberapa tempat barang bawaan, seperti dompet, saku baju,...

Selundupkan Sisik Trenggiling,  Dua WNA Asal Tiongkok Diciduk Petugas Bea Cukai
Kanit Resmob Polres Aceh Barat, Bripka Yudha (kiri) memperlihatkan tiga tersangka dan barang bukti jual beli hewan/satwa dilindungi jenis landak saat diamankan di Polres setempat, Minggu (11/1).SERAMBI/RIZWAN 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, mengamankan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok karena menyelundupkan sisik trenggiling melalui Bandara Internasional Kualanamu pada 20 April 2019.

Kedua pelaku mencoba menyeludupkan sisik trenggiling tersebut dengan menempatkan di beberapa tempat barang bawaan, seperti dompet, saku baju, bantal, tas sandang, amplop angpao merah dan kaos kaki.

Baca: Bupati Aceh Selatan Serahkan SK untuk CPNS Formasi Umum dan Eks Honorer K2

Namun pada saat melewati mesin X-ray Bandara Kualanamu, sisik trenggiling tersebut terdeteksi petugas.

Kedua WNA berinisial PF (33) dan XY (28) itu merupakan calon penumpang pesawat Air Asia kode penerbangan AK 394-112.

Rencananya mereka akan menempuh penerbangan rute Kualanamu-Kuala Lumpur-Guangzhou, Tiongkok, 20 April 2019.

Namun mereka  gagal berangkat, karena kedapatan membawa barang illegal saat akan memasuki ruang tunggu keberangkatan.

Baca: Menjelang Puasa, Forkopimda Aceh Tamiang Ingatkan Larangan Asmara Subuh dan Petasan

Akhirnya, keduanya diserahkan kepada Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera.

Kepala Seksi Wilayah I Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera, Haluanto Ginting, mengatakan mereka sudah menerima penyerahan kedua WNA asal Tiongkok.

Atas penyerahan tersebut, ia mengaku akan segera melakukan proses peyelidikan dan penyidikan serta berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Polda Sumatera Utara dan Konsulat Republik Rakyat Tiongkok.

Baca: Aceh Barat Gelar Zikir Akbar Sambut Ramadhan

Katanya, atas perbuatan tersebut tersangka akan diancam hukuman pidana Pasal 21 Ayat (2) huruf D  Juncto Pasal 40 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Juncto Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Juncto  Permen LHK Nomor 106 Tahun 2018 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/ SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

Baca: Delapan Guru Bireuen Raih Prestasi, Empat ke Tingkat Nasional

 Sementara itu Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera, Eduward Hutapea, S.Si sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Petugas yang sudah berperan penuh menggalgalkan penyelundupan itu.

Eduward Hutapea juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak memperniagakan, menyimpan kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved