Begini Kisah Hidup Faul LIDA di Kampung Kelahirannya, Bener Pepanyi

Seperti penduduk Bener Meriah lainnya, masyarakat Bener Pepanyi juga petani, terutama petani kopi. Termasuk juga keluarga Faul, adalah petani kopi.

Begini Kisah Hidup Faul LIDA di Kampung Kelahirannya, Bener Pepanyi
Serambinews.com
Keluarga dan kerabat Faul di depan rumah orang tua Faul di Bener Pepanyi, Bener Meriah. Rumah itu disiapkan sebagai tempat tepung tawar bagi Faul, Sabtu (4/5/2019). 

Laporan Fikar W Eda | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Masyarakat Kampung  Bener Pepanyi, Bener Meriah sambut kedatangan juara Liga Dangdut Indonesi (LIDA 2019) Fauzul Abadi. 

Di kampung itulah Faul, panggilan Fauzul Abadi, lahir 24 tahun silam. Masyarakat menyebut kampung itu sebagai "Kampung Faul" sejak Faul melejit di Liga Dangdut.

"Ini rumah Faul. Di rumah inilah ia lahir dan menghabiskan masa kecilnya sampai remaja," kenang Darwis, orang yang dituakan oleh keluarga Faul.

Faul, anak kedua dari delapan bersaudara.

Kedua orang tuanya meninggal dunia ketika Faul masih kecil. Ia kemudian hidup bersama kakak, abang, dan keluarga lainnya.

"Selama ini, rumah ini didiami  seorang kakaknya. Tapi sejak kakaknya berangkat ke Jakarta, rumah ini kosong," cerita Pak Darwis.

Bener Pepanyi, berada dalam lintasan Jalan KKA yang menghubungkan Redelong-Lhokseumawe.

Awalnya nama kampung itu Darussalam. Dihuni lebih dari 800 kepala keluarga. 

Seperti penduduk Bener Meriah lainnya, masyarakat Bener Pepanyi juga petani, terutama petani kopi.

Halaman
1234
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved