5 Fakta Penenggelaman 13 Kapal Vietnam, Dipimpin Langsung Menteri Susi dan Tolak Lelang Kapal
Menurutnya, kapal para pencuri ikan itu dimusnahkan agar tak lagi digunakan lagi untuk menjarah ikan-ikan di lautan Indonesia.
SERAMBINEWS.COM - Sepak terjang Menteri Susi Pudjiastuti memberantas kapal-kapal pencuri ikan bukan hanya pepesan kosong.
Dirinya menolak dengan tegas wacana pelelangan kapal-kapal pencuri ikan.
Menurutnya, kapal para pencuri ikan itu dimusnahkan agar tak lagi digunakan lagi untuk menjarah ikan-ikan di lautan Indonesia.
Menurut Susi, dampak penenggelaman kapal pencuri ikan yang tertangkap telah memberi dampak positif.
Neraca perdagangan perikanan Indonesia meroket dan menjadi yang nomor satu di Asia Tenggara.
Berikut ini fakta lengkapnya:
1. Menteri Susi: Kapal pencuri ikan harus dimusnahkan
Menteri Susi Pudjiastuti jengah dengan pelelangan kapal illegal fishing alias kapal pencuri ikan setelah ada keputusan hukum yang tetap.
Menurut dia, sudah sepatutnya kapal-kapal tersebut dimusnahkan agar tak terjadi kesalahan yang sama sekaligus membuat efek jera.
Pendapat Susi itu dia sampaikan lewat surat terbukanya di akun Twitter, @susipudjiastuti.
Pernyataan tersebut ia tujukan kepada Jaksa Agung dan Ketua Mahkamah Agung.
"Yth. Pak Jaksa Agung dan Pak Ketua Mahkamah Agung; dengan segala kerendahan hati saya mohon semua tuntutan dan putusan untuk Kapal Ilegal Fishing TIDAK LAGI Dirampas untuk Dilelang tapi Dirampas untuk Dimusnahkan. Mohon semua yang saat ini dalam proses banding ditolak dan TETAP untuk dimusnahkan" tulis Susi di akun Twitternya, Rabu (1/5/2019).
2. Alasan Susi tolak pelelangan kapal pencuri ikan
Susi menyatakan bahwa lelang kapal illegal fishing menjadi mainan segelintir oknum.
Menurutnya, dalam dua tahun terakhir sudah berulang kali terjadi ada kapal yang ditangkap, namun kembali melakukan illegal fishing.
"Ini sudah terjadi berkali kali dalam 2 tahun ini. Yang akhirnya kita tangkap beberapa kapal yang pernah kita tangkap. Kapal satu ditangkap berkali kali," terang Susi.
Bahkan, lanjut Susi, ia menerima laporan bahwa banyak kapal yang ditangkap tahun lalu masih berproses banding di pengadilan.
Banding diajukan agar kapal tersebut tidak dimusnahkan, tapi disita untuk dilelang saja.
3. Mendapat dukungan dari warganet
Kicauan Susi tersebut menuai banyak dukungan dari pengikutnya.
Seperti yang ditulis oleh sejumlah akun media sosial.
"Gak usah ada lelang-lelangan kapal lagi bu pendapatan buat kita gak seberapa dibanding pendapatan mereka langsung ditenggelimin aja biar pada kapok," tulis akun @nonaasenja.
Selain itu, dukungan juga ditunjukkan @P3nj3l4j4h kepada Susi.
Ia mengaku sangat mendukung kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan yang selama ini dilakukan menteri nyentrik tersebut.
"Bu @susipudjiastuti sudah jangan lagi ada lelang lelang kapal yang ditangkap. Hanya satu solusinya yang terbaik, TENGGELAMKAN! Kami sangat mendukung hal ini bu".
4. Menteri Susi pimpin langsung penenggelaman 13 kapal Vietnam
Menteri Susi memimpin langsung acara penenggelaman 13 kapal nelayan asing berbendera Vietnam di Pulau Datuk, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (4/5/2019).
Video proses penenggelaman kapal itu diunggah Susi melalui akun Twitter resminya.
Dari video tersebut terlihat pemusnahan kapal yang merupakan barang bukti illegal fishing itu tidak dilakukan dengan cara diledakan.
Kapal ditenggelamkan dalam keadaan utuh.
Sekilas terlihat proses penenggelaman dilakukan dengan memenuhi badan kapal dengan air yang disemprot dari kapal lainnya.
Setelah itu, Susi menjelaskan, sebetulnya ada 51 kapal yang siap ditenggelamkan, namun penenggelamannya akan dilakukan bertahap dalam satu bulan ini.
"Dalam satu bulan ini, ada 51 kapal asing yang akan kami tenggelamkan secara bertahap," kata Susi di Dermaga Stasiun PSDKP Pontianak, Sabtu (4/5/2019) sore.
Kehadirannya dalam prosesi tersebut untuk memastikan kapal tersebut benar-benar ditenggelamkan.
"Kami pernah menemukan kapal yang pernah ditangkap itu ditangkap lagi," ucapnya.
Selain itu, dia juga ingin bertemu para penegak hukum di Kalbar dan memastikan perkara ini dtangani dengan baik.
"Saat ini masih ada 90 kapal asing yang belum inkrah. Ada yang dalam proses banding, ada yang kasasi," ujarnya.
Dia berharap, putusan ke-90 kapal itu nantinya dimenangkan negara, agar dapat segera ditenggelamkan.
Selain jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan, penenggelaman kapal itu juga diikuti Gubernur Kalbar Sutarmidji, Kajati Kalbar Baginda Polin Lumban Gaol, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, dan Wakasal Laksamana Madya Wuspo Lukito.
5. Neraca perdagangan ikan perikanan Indonesia meningkat tajam
Menteri Susi mengklaim, penenggelaman kapal nelayan asing memberikan dampak positif pada sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
"Saat ini neraca dagang perikanan Indonesia menjadi nomor satu di Asia Tenggara. Prestasi lainnya juga ditorehkan Indonesia sebagai negara penyuplai ekspor tuna terbesar di dunia," kata Susi, di Pulau Datuk, Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (4/5/2019).
Peningkatan neraca dagang perikanan tak terlepas dari produksi perikanan yang juga terus mengalami peningkatan.
Dalam keterangan tertulisnya, Susi menyebut, triwulan III 2015 produksi perikanan sebanyak 5.363.274 ton, mengalami kenaikan 5,24 persen menjadi 5.664.326 ton pada 2016.(*)
Baca: Ramadhan Tiba, Jangan Terkejut, Tapi Persiapkan Diri Secara Matang
Baca: Ibu Hamil dan Bayi 14 Bulan Jadi Korban Meninggal Serangan Udara Israel, Sepakati Gencatan Senjata
Baca: KIP Subulussalam Tuntaskan Pleno Hasil Pemilu
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fakta Penenggelaman 13 Kapal Vietnam, Didukung Warganet hingga Menteri Susi Tolak Lelang Kapal"