Breaking News:

Pemilik Menolak Mobil Eks Singapura Dilelang

Seorang warga yang mengklaim sebagai pemilik dua unit mobil eks Singapura plus 18 unit lainnya

SERAMBI/BUDI FATRIA
KANTOR Bea dan Cukai Banda Aceh melelang 59 mobil mewah eks Singapura, yang digudangkan di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar. Mobil-mobil mewah itu dilelang karena sudah menjadi barang milik negara. Masyarakat dapat melihat langsung pada sesi open house 7-8 Mei 2019 di pelabuhat tersebut. Foto direkam Selasa (7/5). 

BANDA ACEH - Seorang warga yang mengklaim sebagai pemilik dua unit mobil eks Singapura plus 18 unit lainnya yang dititip beli oleh teman-temannya mengajukan gugatan terhadap Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Banda Aceh beserta sejumlah pihak lainnya yang akan melelang mobil miliknya sebagaimana pengumuman di Harian Serambi Indonesia edisi Kamis, 2 Mei 2019.

“Ya, klien kami atas nama Iskandar Hadipriatna selaku pemilik dua unit mobil dan 18 unit lain yang dititip beli oleh teman-temannya menolak mobil-mobil tersebut dilelang oleh Bea Cukai. Kami sudah menerima kuasa khusus dari Iskandar Hadipriatna tertanggal 2 Mei 2019 untuk mengajukan gugatan terhadap Bea dan Cukai dan tergugat lainnya,” kata Herwansyah SH dan Azfilli Ishak SH selaku kuasa hukum penggugat dari Kantor Hukum Herwansyah & Rekan di Banda Aceh.

Herwansyah didampingi rekannya, Azfilli kepada Serambi mengatakan, selaku kuasa hukum dari pemilik mobil pihaknya sudah mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Banda Aceh sesuai register perkara No. 27/Pdt.G/2019/PN-BNA Tanggal 07 Mei 2019.

Menurut penggugat melalui kuasa hukumnya, dalam pengumuman yang disiarkan di Harian Serambi Indonesia, tergugat I (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Madya Pabean C Banda Aceh) dengan perantara tergugat II (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang/KPKNL Banda Aceh) dan tergugat III PT Balai Lelang Artha akan melaksanakan pelelangan barang yang menjadi milik negara (BMN) berupa 59 unit mobil bukan baru, dijadwalkan Kamis 9 Mei 2019.

“Dari 59 unit mobil yang akan dilelang itu termasuk dua unit milik klien kami dan 18 unit milik teman-teman klien kami yang dititip beli melalui klien kami. Proses pembelian dan masuknya mobil itu ke Indonesia (Aceh) berjalan lancar karena importirnya memiliki legalitas dan izin impor mobil bukan baru dari Kementerian Perdagangan RI. Bagaimana kemudian dikatakan barang itu milik negara. Inilah yang mendasari klien kami mengajukan gugatan,” demikian Herwansyah.(nas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved