Selama Ramadhan, Jumlah Sampah di Masjid Istiqlal Naik Dua Kali Lipat
Masjid Istiqlal menyediakan buka puasa dan sahur gratis setiap harinya sehingga bekas tempat makanan menjadi sampah.
SERAMBINEWS.COM - Selama bulan Ramadan, kegiatan Masjid Istiqlal di Jakarta meningkat secara signifikan. Masjid paling bersejarah di Indonesia ini dibanjiri oleh umat Muslim dari penjuru Ibu Kota, bahkan dari luar daerah, yang ingin beribadah pada bulan suci.
Pada bulan puasa, Masjid Istiqlal juga menyediakan buka puasa dan sahur gratis setiap hari. Rupanya, kegiatan ini turut mendorong pengingkatan produksi sampah di lingkungan Masjid Istiqlal.
Baca: 4 Pria dengan Istri Terbanyak dalam Sejarah, Termasuk Fath Ali Shah Qajar dengan 1000 Istrinya
Kepala Bagian Protokol dan Pelayanan Wisata Masjid Istiqlal Abu Hurairah Abdul Salam mengatakan, sampah Masjid Istiqlal meningkat dua kali lipat selama bulan Ramadhan.
Sebab, selama bulan Ramadhan, Masjid Istiqlal menyediakan buka puasa dan sahur gratis setiap harinya sehingga bekas tempat makanan menjadi sampah.
Baca: Hindari Mobil Anda Digembok, Ini Saran Dishub Terkait Larangan Parkir di Depan Pusat Perbelanjaan
"Ya naik dua kali lipat. Karena ada buka puasa gratis dan sahur, tetapi itu kan sampahnya bukan sampah berat tetapi sampah yang bekas makanan kotak itu sama tempat buah. Kayak begitu saja sama botol air mineral," ucap Abdul seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (17/5/2019).
Meski demikian, ia tak bisa memprediksi berat sebenarnya dari sampah yang dihasilkan. Namun, ketika diangkut, sampah tersebut bisa mencapai dua truk kontainer.
"Saya kurang tahu beratnya karena kan pakai kontainer. Ya bisa kadang-kadang 2 kontainer. Malam dan pagi 2 kali diangkat (sampahnya)," ujar dia.
Abdul juga menyampaikan, sampah paling banyak dihasilkan saat akhir pekan. Hal ini dikarenakan jumlah makanan buka puasa yang disediakan lebih banyak, yaitu 4.500 kotak.
Baca: Beredar Foto Sejumlah Dokter Pegang Spanduk #SaveDokterAniHanisibuan, Begini Jawaban Ketua IDI Aceh
Apalagi, ditambah sampah dari para pedagang yang berjualan di halaman dan sekitar Masjid Istiqlal. "Banyak yang enggak dapat jadi orang datang bawa juga (makanan) dari rumah. Belum yang pedagang-pedagang menyumbang sampahjuga," lanjut Abdul.
Untuk kebersihan dan pengangkutan sampah, ia mengaku terbantu dengan adanya bantuan dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta. "Jadi tiap hari mereka bantuin ngangkutin jadi Alhamdullillah. Di Istiqlal 60 orang kemudian pemda 20 orang. Jadi 80 petugas," ujar dia.
Artikel ini tayang pada national geographic Indonesia dengan judul : Selama Ramadan, Sampah di Masjid Istiqlal Naik Dua Kali Lipat. Apa Penyebabnya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/fenomena-puasa-di-masjid_20160609_201458.jpg)