Ketika Mesut Oezil Buka Puasa Bersama dengan Presiden Erdogan
acara itu juga dihadiri oleh generasi muda Turki jelang perayaan Hari Pemuda dan Olahraga yang bertepatan dengan hari libur di sana.
Dia menyatakan, rasialis yang diterima oleh Oezil tidak bisa diterima.
Apalagi setelah yang bersangkutan bekerja keras bagi Jerman.
Selain Erdogan, apresiasi juga ditunjukkan Menteri Kehakiman Abdulhamid Gul.
"Oezil telah mencetak gol indah melawan fasisme," katanya.
Oezil menuai kritik dari publik Jerman setelah dia dan pemain Jerman lain, Ilkay Guendogan kedapatan berfoto bersama Erdogan.
Setelah foto itu beredar, sejumlah politisi Jerman mulai mempertanyakan loyalitas eks pemain Real Madrid itu dan Guendogan.
Namun, Oezil membela diri dengan mengatakan bahwa dia sama sekali tak membawa agenda politik ketika berfoto dengan Erdogan.
"Saya mempunyai dua hati. Satu Jerman, sedangkan yang satunya lagi adalah Turki," ujar gelandang yang membawa Jerman juara Piala Dunia 2014 itu.
Sorotan itu makin menjadi setelah Die Mannschaft, julukan Jerman, tersingkir dari Piala Dunia 2018 setelah menduduki posisi juru kunci Grup F.
Dalam surat terbukanya, dia menyindir Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Reinhard Grindel, yang minim memberi dukungan.
"Di mata Grindel dan pendukungnya, saya adalah Jerman ketika kami menang. Namun, saat kalah, saya adalah imigran," keluh Oezil.
Baca: Mantan Kepala BIN Hendropriyono Ungkap Kekuatan Massa Aksi 22 Mei Pendukung Prabowo-Sandi
Baca: Kronologi Penangkapan Lieus Sungkharisma, Ditangkap di Apartemen Saat Bersama Asisten Rumah Tangga
Baca: BREAKING NEWS - KPK Periksa Mantan Peserta Calon Anggota KIP Agara, Soal Dugaan Suap
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketika Presiden Erdogan Buka Puasa Bersama dengan Oezil"