Breaking News:

Ramadhan 1440 H

Kajian Zakat Fitrah dalam Mazhab Syafii, dari Waktu, Syarat, Niat, Ukuran, dan Bolehkah Pakai Uang?

Zakat fitrah merupakan suatu bentuk upaya mencukupkan orang-orang faqir-miskin pada hari Idul Fitri

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Hand over
Tgk Muhazzir Budiman MA, Dosen STISNU Aceh. 

Maka orang kafir asli tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya, tetapi diwajibkan untuk budaknya dan karabatnya yang muslim karena ia wajib menanggung nafakah mereka.

Adapun kafir karena murtad maka zakat fitrahnya diwuqufkan hingga kembali kepada Islam.

Kedua, merdeka, maka tidak wajib zakat fitrah atas budak.

Ketiga, ada bekal lebih dari nafakah wajib selama satu malam dan hari idul fitri.

Maka orang yang tidak ada bekal lebih dari biaya hidupnya dan orang-orang dalam tanggungannya untuk satu malam dan hari idul fitri adalah tidak wajib zakat fitrah atasnya.

Baca: Benarkah Tidur Siang di Bulan Ramadhan Jadi Ibadah? Berikut Penjelasannya

Adapun syarat orang-orang yang dikeluarkan zakat fitrah ada dua:

Pertama, Islam. Maka tidak dikeluarkan zakat fitrah untuk yang kafir.

Kedua, mendapatkan waktu wajib zakat fitrah yaitu bagian akhir Ramadhan dan bagian awal Syawal.

Maka dikeluarkan zakat fitrah untuk orang yang mati setelah terbenam matahari dan untuk anak yang lahir sebelum terbenam matahari,walaupun hanya sebentar.

Dan tidak dikeluarkan untuk orang yang mati sebelum terbenam matahari dan anak yang lahir seteleh terbenam matahari.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved