Polisi Diminta Panggil Manajer PLTU

Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat mendesak pihak kepolisian untuk segera memanggil

Polisi Diminta Panggil Manajer PLTU
For Serambinews.com
Koordinator GeRAK aceh Barat, Edy Syah Putra 

* Terkait Dugaan Pembuangan Zat Kimia ke Saluran

SUKA MAKMUE - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat mendesak pihak kepolisian untuk segera memanggil Manajer PLTU Nagan Raya terkait dugaan penggunaan zat kimia yang limbahnya dibuang ke saluran air menuju permukiman warga, hingga menyebabkan ikan mati.

“Penggunaan zat kimia yang mengalir bebas ke saluran warga hingga ke laut yang menyebabkan ikan mati diketahui dari hasil pemeriksaan atau uji lab di Baristand Banda Aceh. Ini sangat berbahaya bagi warga di lingkungan PLTU,” ungkap Koordinator GeRAK Aceh Barat, Edy Syah Putra kepada Serambi, Minggu (2/6).

Ia menerangkan, jika ikan yang ada di saluran air sempat dikonsumsi warga, maka akan sangat berbahaya nantinya. Sebab, bisa jadi ikan-ikan di area saluran itu sudah terkontaminasi dengan zat kimia yang digunakan selama ini oleh pihak PLTU Nagan untuk perawatan boiler dan pengolahan air laut.

“Kiranya penegak hukum segera memanggil penanggung jawab PLTU Suak Puntong terkait penggunaan zat kimia hingga kemudian dialirkan ke tempat bebas. Publik ingin melihat, apakah ini benar-benar ditindaklanjuti untuk diselesaikan oleh penegak hukum. Apalagi, tercatat dari laporan warga bahwa kejadian ini sudah pernah terjadi sebelumnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, beber Edy Syah Putra, dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Bab X bagian 3 Pasal 69 tercantum mengenai larangan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang meliputi larangan melakukan pencemaran, memasukkan benda berbahaya, dan beracun (B3), memasukkan limbah ke media lingkungan hidup, melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, dan lain sebagainya.

Berpijak dari hal tersebut, maka PLTU Nagan bisa dikatakan sudah melanggar UU karena diduga membuang limbah mengandung zat kimia ke saluran air. Untuk itu, ia meminta, pihak terkait untuk melakukan pengujian ulang terhadap sampel zat kimia yang mengalir ke saluran warga, guna mengetahui efek apa yang akan ditimbulkan bagi masyarakat sekitar PLTU.

“Rekomendasi dan kesimpulan yang menurut kita sangat mendesak untuk segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait, terutama PLTU Nagan adallah, segera menyelesaikan persoalan dampak lingkungan, dengan harapan pihak perusahaan tidak lagi berkelit bahwa masalah tersebut tanggung jawab manajemen di pusat,” tukas Edy Syah Putra.

Sementara itu, Manajer PLTU Nagan Raya, Harmanto saat dikonfirmasi Serambi, kemarin, membenarkan, bahwa pihaknya menggunakan zat kimia untuk proses produksi. Namun begitu, dia membantah keras, kalau pihaknya mencemari lingkungan sekitar. Sebab, sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan dan hasil klarifikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nagan Raya, diputuskan PLTU tidak mencemari lingkungan.

“Kita sudah koordinasi dengan DLH untuk perbaikan agar tidak bocor ke saluran warga. Pada saat kejadian itu, ada pasing ke saluran domestik karena pompa trasfer kami ke WWTP saat itu rusak 2 buah. Alhamdulillah, kondisi saat ini sudah beroperasi normal. Di instalasi PLTU, kami ada pengolahan air sebelum direlease (dibuang) ke saluran air sesuai dengan Permen LHK,” ujar Harmanto.

Secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nagan Raya, Teuku Hidayat mengungkapkan, terkait hasil uji lab yang menyebutkan sampel yang diambil dari air buangan PLTU positif mengandung zat kimia, pihaknya sudah memberikan surat teguran kepada PLTU pada 31 Mei 2019.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved