Kamis, 9 April 2026

Tiga Kabupaten di Aceh Terpapar Debu Sinabung

Hingga kemarin pagi, tiga kabupaten di Aceh terkena dampak debu vulkanis akibat erupsi Gunung Sinabung

Editor: bakri
SERAMBI/SARI MULIYASNO
BUPATI Simeulue, Erli Hasim, didampingi Kalak BPBD dan Kadis Kesehatan Simeulue, membagikan masker untuk warga setempat, Senin (10/6). 

BANDA ACEH - Hingga kemarin pagi, tiga kabupaten di Aceh terkena dampak debu vulkanis akibat erupsi Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (9/6) sore. Ketiga kabupaten yang terpapar debu vulkanis itu adalah Aceh Tenggara (Agara), Aceh Selatan, dan Simeulue. Sebaran debu vulkanis tersebut mulai dirasakan warga menjelang Minggu (9/6) malam. Beberapa saat kemudian, abu tersebut hilang kembali.

Dari Sinabang dilaporkan, Pemkab Simeulue membagikan 7.500 masker kepada warga setempat yang beraktivitas di luar ruangan Senin (10/6). Pembagian masker dilakukan menyusul daerah kepulauan itu turut terpapar abu vulkanis dampak meletusnya Gunung Sinabung. Meski tidak begitu banyak, tapi abu tersebut sangat mengganggu aktivitas warga di luar ruangan.

Pembagian masker kepada warga yang melintasi jalan raya, dilakukan Bupati Simeulue, Erli Hasim, didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Ali Hasmi dan Kadis Kesehatan Asludin, di Simpang Lima Kota Sinabang dan simpang kawasan BSM, jalur dua Sinabang.

Bila debu vulkanik terus berdampak di daerah itu, Bupati Erli Hasim mengingatkan warganya untuk membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Sementara itu, sebagian warga Simeulue mengaku kemarin mengalami mata perih namun tak parah. “Mata perih setelah bawa kenderaan roda dua,” imbuh Jenedi.

Warga lainnya, Asrianto, menambahkan abu vulkanis terlihat pada pagi hari di teras rumah dan daun pepohonan di pekarangan rumahnya. “Tadi pagi (kemarin pagi-red) terlihat di teras rumah,” katanya. Ditambahkan, 7.500 masker tersebut disiapkan oleh Dinas Kesehatan dan BPBD Simeulue. “Kita pantau paparan abu vulkanis di Simeulue,” ujarnya.

Aceh selatan
Sebaran abu vulkanis akibat erupsi Gunung Sinabung juga sampai ke sebagian wilayah Aceh Selatan. Wilayah tersebut yakni Kluet Raya, Bakongan Raya dan Trumon Raya. “Sebaran abu vulkanis Gunung Sinabung itu dirasakan masyarakat Kluet Raya, Bakongan Raya, dan Trumon Raya pada Minggu (9/6) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Alhamdulillah, saat ini tidak ada lagi” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma SSTP, yang dihubungi Serambi, Senin (10/6) sore.

Kendati demikian, Cut Syazalisma juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker saat bepergian. Hal itu untuk menghindari risiko akibat dari abu vulkanis dimaksud. “Sebaran abu vulkanik sempat meresahkan warga. Karena itu, kita mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah karena membahayakan pernapasan,” pesannya.

Menurut pantauan pihaknya, tambah Cut Syazalisma, abu vulkanis mulai hilang pada Senin (10/6) sore. Kendati demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah guna menghindari hal yang tidak diinginkan. “Karena bisa mengganggu pernapasan,” punkasnya.

Mulai menghilang
Debu vulkanis Sinabung yang sempat menyelimuti Agara sejak Minggu (9/6) malam, pada Senin (10/6) mulai menghilang. Apalagi, kemarin sebagian wilayah kabupaten itu diguyur hujan deras. “Alhamdulillah, debu vulkanis mulai menghilang di Kutacane dan sekitarnya. Sebelumnya, debu itu bertebaran dan warga harus memakai masker karena takut terkena penyakit ISPA akibat tidak ada masker. Tapi, sekarang debu itu sudah berkurang karena Agara diguyur hujan deras,” ujar Syafrizal, warga Kutacane, kepada Serambi, Senin (10/6).

Jalan dan pemukiman
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek SH, kemarin, mengatakan, di Aceh Tenggara debu vulkanis berdampak di jalanan, sementara di Aceh Selatan dan Simeulue sebagiannya di permukiman. Di lima kecamatan di Aceh Selatan, sebut Dadek, pihaknya mendapat laporan tadi malam bahwa abu vulkanis mulai menyelimuti rumah warga dan jarak pandang mulai terganggu.

Di Simeulue, sebaran abu vulkanis mulai dirasakan menjelang Minggu (9/6) tengah malam. Sejumlah warga melaporkan pepohonan di halaman rumah mereka mulai memutih daunnya karena tertutup abu vulkanis. Hal yang sama juga menimpa atap sejumlah rumah warga. “Jangkauan abu vulkanis Gunung Sinabung kali ini jauh sekali yaitu sampai 160 mil ke arah Simeulue,” sebut Dadek.

Tapi, menurutnya, sejauh ini di Aceh belum ada warga yang mengungsi karena dampak abu vulkanis Sinabung. Sehubungan dengan realitas tersebut, Kepala BPBA mengimbau warga Aceh untuk proaktif melakukan tindakan pencegahan agar tak sampai terhirup debu vulkanis karena sangat membahayakan kesehatan.

Teuku Dadek mengimbau warga Aceh yang wilayahnya terpapar debu Sinabung agar mengurangi aktivitas di luar ruang karena paparan abu vulkanis bisa menimbulkan keluhan pernapasan, terutama pada orang yang sudah menderita penyakit paru-paru. Paparan abu vulkanis justru dapat memperparah kondisi kesehatannya.

Selain itu, gunakan masker untuk mengurangi masuknya debu ke saluran napas. Imbauan lain dari Dadek, basahi atau percikkan air sebelum membersihkan lingkungan dari debu atau abu vulkanis, untuk menghindari berbagai partikulat yang terbang dan mengakibatkan iritasi mata, serta hindari mengemudi di wilayah yang mulai terpapar debu vulkanis. “Terakhir, segeralah cari bantuan medis bila ada dampak kesehatan yang dirasakan akibat terpapar atau terhirup debu vulkanis,” pungkas Ahmad Dadek.(sm/tz/as/dik/dan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved