Polda Kalbar Bongkar Jaringan Perdagangan Manusia dengan Modus Kawin Kontrak, Melibatkan WNA China

Total ada 7 orang yang diamankan terkait dugaan sindikat perdagangan orang dengan modus kawin kontrak dengan warga negara asing (WNA).

KOMPAS.com/HENDRA CIPTA
Petugas Imigrasi Kota Pontianak, Kalimantan Barat bersama kepolisian memeriksa rumah yang ditengarai sebagai tempat penampungan warga negara asing, Rabu (12/6/2019). 

Kasubsi Penindakan Imigrasi Wilayah Kalbar, Murdani menjelaskan terungkapnya tindak pidana perdagangan orang ini berkat informasi masyarakat.

Masyarakat merasa curiga terhadap aktivitas di sebuah rumah mewah di Jalan Purnama, Kompleks Surya Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan.

Berangkat dari laporan tersebut, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

Di rumah itu, polisi dan petugas imigrasi menemukan dua warga negara asing (WNA) asal Tiongkok.

Satu di antaranya adalah laki-laki yang siap dikawinkontrakkan dengan seorang wanita calon korban dan satu lagi perempuan yang diduga kuat sebagai agen.

"Korban perdagangan orang dengan modus kawin kontrak ini diiming-imingi akan mendapatkan uang dengan jumlah jutaan rupiah," katanya.

Murdani mengatakan, kasus ini sudah sepenuhnya diserahkan ke pihak Ditreskrimum Polda Kalbar untuk dilanjutkan ke proses hukum.

Baca: Pemkab Kontrakan 84 Paket Proyek

Kwitansi Mahar Kawin Kontrak

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, total ada sembilan orang yang diamankan karena diduga kuat terlibat kasus perdagangan orang dengan modus sindikat kawin kontrak.

Kapolda mengatakan, mulanya hanya dua WNA asal Tiongkok yang diamankan, di sebuah rumah mewah di Jl. Purnama, Kompleks Surya Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (12/6/2019) malam.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved