Nakhoda Kapal Pencuri Ikan di Perairan Aceh Terancam Penjara 6 Tahun

Petugas menangkap satu kapal pencuri ikan berbendera Malaysia, Sabtu (15/6/2019) pukul 06.30 WIB di Selat Malaka yang masuk perairan Aceh.

Nakhoda Kapal Pencuri Ikan di Perairan Aceh Terancam Penjara 6 Tahun
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Kepala Syahbandar PPS Kutaradja Lampulo, Romli dan Kepala UPTD Lampulo, Nurhadi sedang wawancara dengan awak kapal. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – PSDKP Lampulo, Banda Aceh akan menjerat para WNA tersangka pencurian ikan dengan Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp. 20 miliar.

Seperti diberitakan, Kapal Perikanan (KP) Hiu 12 yang berada di bawah Kantor Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Banda Aceh  menangkap satu kapal pencuri ikan berbendera Malaysia, Sabtu (15/6/2019) pukul 06.30 WIB di Selat Malaka yang masuk perairan Aceh.

Selanjutnya, kapal dengan kapasitas 64 GT dan bermuatan ikan hasil tangkapan itu diboyong ke Pelabuhan Sabang, Minggu (16/6/2019).

Kepala PSDKP lampulo, Basri kepada Serambinews.com, Selasa (15/6/2019) mengatakan, setelah diamankan pihaknya, kapal asal Malaysia terpaksa harus disandarkan ke pelabuhan perikanan Sabang, karena kondisi kolam pelabuhan lampulo yang dangkal, sehingga tidak memungkinkan bersandarnya kapal tersebut.

Saat ini nakhoda kapal tersebut yang merupakan warga negara Thailand sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yaitu Samroeng Thuphianthone (46).

Sedangkan empat ABK yang merupakan warga negara Myanmar akan menjadi saksi terhadap kasus pencurian ikan tersebut, yaitu Kyaw Yelwin (23), Aung Kyaw (25), Than Naing (24), dan Win Aye (29),

Sementara kapal KM KHF 1786 itu akan disita oleh negara, sedangkan ikan yang berada di dalam palka kapal sekitar 500 Kg akan segera dilelang dan sebagian dijadikan bukti persidangan.

"Kapal berbendera Malaysia ini ditangkap di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dan diduga sudah sering menangkap ikan dengan trawl di wilayah perikanan Indonesia," ujar Basri.(*)

Baca: 7 Fakta Sosok Muhammad Mursi, Pernah Bekerja di NASA hingga Dikudeta Saat Jadi Presiden

Baca: Donald Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia dan China Peringatkan AS Menahan Diri

Baca: Jelang Konser di Blangpadang, Nissa Sabyan dan Grup Gambusnya di Peusijeuk

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved