Luar Negeri
Sejarah Pesawat Siluman Pertama Dibuat Ketika AS dan Uni Soviet Terlibat Perang Dingin
Ketika ketegangan Perang Dingin dengan Uni Soviet semakin memuncak, Amerika Serikat menginginkan pesawat yang berbeda dari yang pernah ada
Sejarah Pesawat Siluman Dibuat Ketika AS dan Uni Soviet Terlibat Perang Dingin
SERAMBINEWS.COM - Dunia aviasi semakin berkembang karena para insinyur penerbangan terus berinovasi membuat pesawat mutakhir.
Mereka menjawab tantangan zaman untuk bisa menghadirkan pesawat yang berguna untuk membantu militer menjaga kedaulatan negara.
Tak hanya dengan persenjataan saja, kecanggihan penerbangan juga dilakukan untuk mendapatkan kecepatan dan daya jelajah optimal.
Baca: Donald Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia dan China Peringatkan AS Menahan Diri
Ketika ketegangan Perang Dingin dengan Uni Soviet semakin memuncak, Amerika Serikat menginginkan pesawat yang berbeda dari yang pernah ada.
Pada 1970-an, Badan Proyek Penelitian Pertahanan Tingkat Lanjut (DARPA) dari Departemen Pertahanan AS meminta perusahaan penerbangan membuat pesawat yang tak bisa terdeteksi radar atau pesawat siluman (stealth).
Mereka membuat "perlombaan" kepada beberapa perusahaan penerbangan untuk membangun pesawat pengebom siluman yang tidak terdeteksi oleh radar musuh.
Baca: REKAMAN CCTV - Berbelok di Penggalan Jalan Lampeuneurut, Pengendara Honda Scoopy Tersapu Fortuner
Salah satu perusahaan kenamaan, yaitu Lockheed Corporation akhirnya berhasil mengembangkan pesawat siluman secara rahasia.
Pesawat jenis ini memiliki kelebihan kecepatan dengan didukung teknologi agar terbebas dari jangkauan radar serta sensor musuh.
Jika pesawat ini melintas, tak ada pihak yang mengetahui dan bahkan melihat kedatangannya.
Perusahaan Lockheed Corporation memberikan nama pesawat ini F-117 atau Nighthawk.
Baca: Isak Tangis Warnai Pemakaman 1 Keluarga dalam Satu Liang, Korban Tabrakan Sempati Star vs Xenia
Pengembangan pesawat secara khusus didedikasikan untuk kebutuhan militer Angkatan Udara AS (USAF).
Setelah menjalani penelitian dan pengembangan, akhirnya pada 18 Juni 1981 pesawat ini memulai debutnya di angkasa.
Mereka berhasil terbang dan membuat para perwira militer merasa kagum dengan proyek rahasia ini.
Setelah penerbangan perdananya, pesawat ini didaulat sebagai pesawat anti radar pertama dunia.
Tak lama setelah itu pesawat operasional pertama secara rahasia dikirim ke Angkatan Udara pada 1982 untuk segera menjalankan misi.
Baca: Fakta Pelajar SMK Rekam Adegan Mesum Dalam Kelas, Siswi: Jangan Ko Kasi Nyala Blitz-nya
Anti-radar pertama
Perang Dingin tak diwarnai dengan pertempuran, namun negara yang terlibat di dalamnya saling mengancam dengan persenjataan.
Mereka berlomba membuat senjata yang paling canggih, ancaman nuklir merupakan hal yang tak dapat dipisahkan dari era Perang Dingin.
Pembuatan pesawat siluman oleh Amerika Serikat bertujuan untuk menunjukkan bahwa persenjatan mereka satu langkah lebih canggih daripada Uni Soviet sebagai pesaingnya.
Misi rahasia yang dikenal dengan "Skunk Works" ini berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa pesawat Nighthawk bisa memancarkan atau memantulkan sedikit radio, inframerah dan energi cahaya.
Pesawat ini juga dilengkapi dengan pelapis permukaan yang bisa "menyerap" pantauan radar.
Baca: Turki Bakal Siapkan Aksi Balasan Bila AS Beri Sanksi soal Pembelian Rudal S-400 dari Rusia
Tenaga pesawat ini menggunakan dua mesin jet General Electric turbofan yang bisa terbang dengan kecepatan 1.100 kilometer per jam.
Selain itu, pesawat ini hanya bisa dikendalikan oleh satu orang saja.
Panjang pesawat ini 20 meter dengan rentang sayap 13,21 meter.
Nighthawk dilengkapi dengan senjata bom dan rudal pencari radar atau pencari inframerah.
Dengan menggunakan panduan inersia, sensor inframerah, peta digital, dan perintah radio dari satelit atau pesawat lain, F-117 dapat bernavigasi tanpa memancarkan sinyal radar sendiri.
Baca: Suriah Tembak Jatuh Rudal Israel, Serang Dua Posisi Hezbollah
Karena kerahasiaan dari program F-117, informasi mengenai keberadaan pesawat ini sangat minim pada era 1980-an.
Pesawat ini juga diketahui pernah digunakan ketika Perang Teluk pada 1990-an.
Dua pesawat ini secara diam-diam digunakan sebagai bagian dari invasi Panama pada 1989.
Saat itu, pesawat menyerang 1.600 target.
Sekembalinya dari misi tersebut, pesawat ini juga dipindahkan ke Pangkalan Angkatan Udara Holloman di New Mexico dan menjadi bagian dari 49 Fighter Wing.
Pada tahun 1999, F-117 digunakan dalam Perang Kosovo sebagai bagian dari Operasi Pasukan Sekutu.
Baca: Calon Ketua Kadin Aceh Wajib Setor Dana Kontribusi Rp 1 Miliar dan Dinyatakan Hangus
F-117 juga tercatat dalam misi tempur untuk mendukung operasi di Irak di era Presiden George W Bush.
Meskipun pesawat sangat sukses, teknologi F-117 menjadi ketinggalan zaman pada 2005 dan biaya perawatan tergolong besar.
Dengan diperkenalkannya F-22 Raptor dan pengembangan F-35 Lightning II, pesawat ini dipensiunkan pada 2008.
Pesawat ini akhirnya dibawa ke pangkalan aslinya di Tonopah, Nevada.
Pada hari yang sama upacara pengunduran diri resmi diadakan.(*)
Baca: Hari Ini Batal, Besok Mualem Bertemu Wiranto di Jakarta, Ini yang Dibahas
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pesawat-siluman-f-117-nighthawk.jpg)