Terkunci Saat Kebakaran, Mandor yang Menggembok Pintu Pabrik Korek Gas Ikut Tewas Terbakar

Mandor tersebut diduga yang menggembok pintu rumah sehingga para pekerja tidak bisa keluar saat kebakaran.

Terkunci Saat Kebakaran, Mandor yang Menggembok Pintu Pabrik Korek Gas Ikut Tewas Terbakar
Tribun Medan
Sebuah pabrik korek gas atau mancis di Binjai, Sumatera Utara terbakar, Jumat (21/6/2019). 30 orang tewas dalam peristiwa tersebut 

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Mandor pabrik macis atau korek api gas yang terbakar di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Langkat, Sumatera Utara ikut menjadi korban tewas.

Mandor tersebut diduga yang menggembok pintu rumah sehingga para pekerja tidak bisa keluar saat kebakaran.

Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers yang digelar di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (22/6/2019) malam.

Menurut Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja, hasil pemeriksaan lima orang saksi, saat kejadian para korban dalam keadaan panik.

Pintu depan dikunci oleh mandor yang ternyata juga menjadi korban.

Sebenarnya, lanjut Tatan, di pabrik tersebut terdapat alat pemadam namun saat kebakaran tidak sempat dipergunakan.

Baca: 3 Oknum Guru Berkali-kali Cabuli Tiga Siswinya, Satu Korban Hamil, Mengaku Suka Sama Suka

Baca: Viral Kecelakaan di Bali, Yamaha XMAX Hancur Berantakan vs Honda Supra Hanya Lepas Sayap

Baca: Ini 5 Tanda Kesehatan Paru-paru Anda Bermasalah, Jangan Diabaikan

Saat kejadian, pekerja sedang memasang kepala macis dan diduga bocor.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja saat memberikan keterangan di RS Bhayangkara Medan. Selain tersangka yang bertambah satu, terungkap bahwa mandor yang diduga menggembok pintu depan juga menjadi korban tewas. Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja saat memberikan keterangan di RS Bhayangkara Medan. Selain tersangka yang bertambah satu, terungkap bahwa mandor yang diduga menggembok pintu depan juga menjadi korban tewas. (KOMPAS.com/Dewantoro

"Saat dilakukan penggesekan kepala macis, diduga ada yang bocor lalu dilepas sehingga menyambar ke macis lain," tuturnya.

Setelah dikembangkan, polisi menetapkan pemilik pabrik yang bernama Indramarwan, warga Jakarta Barat.

Sebelumnya, polisi juga telah menetapkan dua tersanka yaitu Burhan sebagai manajer dan Lisna sebagai supervisor.

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved