Rute Balohan-Ulee Lheue Distop

Tingginya gelombang di perairan Banda Aceh-Sabang, Selasa (25/6), membuat seluruh pelayaran dari Pelabuhan

Rute Balohan-Ulee Lheue Distop
Kapal lambat KMP Tanjung Burang dan KMP BRR tak bisa berlayar akibat gelombang tinggi dan angin kencang. 

* Gelombang Capai 3 Meter

BANDA ACEH - Tingginya gelombang di perairan Banda Aceh-Sabang, Selasa (25/6), membuat seluruh pelayaran dari Pelabuhan Ulee Lheue ke Balohan atau sebeliknya dihentikan. Kemarin, tinggi gelombang di perairan itu mencapai 3 meter dan sangat membahayakan pelayaran.

Kepala Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Sayed Syahrul kepada Serambi mengatakan, setelah ada pengumuman gelombang tinggi yang mencapai tiga meter, pihak syahbandar langsung mengeluarkan imbauan supaya pelayaran dihentikan.

Dengan imbauan penghentian pelayaran itu jadwal kapal cepat pukul 16:00 WIB dan dua jadwal kapal lambat yaitu KMP BRR Pukul 11:00 WIB dan KMP Tanjung Burang pukul 16:00 WIB stop. Sedangkan pada pelayaran Selasa pagi sempat diberangkatkan dua kapal yaitu KMP Tanjung Burang pukul 07:30 WIB dan kapal cepat pukul 10:00 WIB.

Menurut Sayed, pada pagi hari gelombang tinggi dan cuaca buruk memang sudah tampak. Namun dua kapal masih memungkinan berlayar. “Bahkan dua kapal yang berlayar dari Balohan (Sabang) juga tiba dengan lancar di Ulee Lheue,” ujarnya.

Namun, katanya, setelah pukul 10:00 WIB kondisi cuaca semakin buruk, sehingga pada Selasa kemarin semua kapal tidak ada lagi yang berlayar.

Sementara itu, meski berlabuh di Pelabuhan Ulee Lheue dengan lancar, pelayaran kapal cepat Ekspres Bahari 8B dari Balohan, Selasa pagi, sempat dihantam gelombang tinggi dan angin kencang. Kapal yang mengangkut ratusan penumpang itu berkali-kali dihantam gelombang pada bagian lambungnya, sehingga goncangan hebat dirasakan para penumpangnya.

Sejumlah penumpang pun tampak panik dan tegang, bahkan sebagian penumpang mulai bertakbir dan berzikir di dalam kapal. Saifullah, salah seorang penumpang mengatakan, mereka berangkat dari Pelabuhan Balohan sekitar pukul 08:00 WIB. Awalnya suasana laut tampak tenang, namun setelah beberapa menit berlayar, kapal yang sedang menyeberangi Selat Malaka dan Samudera Hindia itu mulai dihadang gelombang tinggi. “Goncangan saat terasa di dalam kapal, sejumlah penumpang mulai tampak panik,” ujarnya.

Sementara Kasubbag Inmas Kanwil Kemenag Aceh, M Nasril menyampaikan, mereka beberapa kali merasakan guncangan saat kapal dihantam gelombang.

Gelombang tinggi yang melanda perairan Sabang-Banda Aceh kemarin pagi, menyebabkan penyeberangan dari Balohan ke Ulee Lheue terasa berat. Suasana di kapal penyeberangan begitu hening dan umumnya para penumpang lebih memilih berzikir dan takbir.

Di dalam kapal tersebut juga terdapat Direktur Haji Luar Negeri Kemenag RI, Sri Ilham Lubis dan rombongan. Mereka baru saja kembali dari meninjau situs perhajian Indonesia pertama yang terletak di Pulau Rubiah, Sabang.

Selain itu, informasinya dalam pelayaran yang menegangkan itu juga ada Wali Kota Sabang, Nazaruddin atau yang akrab disapa Tengku Agam.

Menurut Kasubbag Inmas Kanwil Kemenag Aceh, M Nasril, meski berlayar dengan suasana mencekam namun kapal tetap merapat dengan normal di Pelabuhan Ulee Lheue pukul 09:00 WIB.

Penumpang lain, Dedi Skoci mengaku, ikut was-was selama perjalanan. Karena dirinya belum pernah merasakan pelayaran dengan gelombang tinggi seperti itu. “Selain berzikir dan bertakbir, tadi ada beberapa penumpang yang ikut muntah di kapal, karena saking kuatnya goncangan,” ujar Dedi.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved