Adam dan Malik Dalam Kondisi Sehat, Bayi Kembar Siam yang Menunggu Waktu Operasi Pemisahan
Wanita berusia 25 tahun inipun tidak memiliki tanda-tanda atau keanehan selama sembilan bulan mengandung bayi kembar siam
SERAMBINEWS.COM- Sedih dan takut, hal tersebut yang pertama kali dirasakan oleh Nurida Sihombing saat mengetahui bayi yang dilahirkannya dalam kondisi kembar siam.
“Kemarin tanggal 22 November 2018 lalu saya melahirkan di Rumah Sakit Sibolga, di situ saya belum tahu kondisi anak saya karena memang masih lemas setelah melahirkan,” ujar Nurida, Minggu (30/6/2019).
Warga Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, saat ditemui Tribun di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan, menuturkan, beberapa hari kemudian baru mengetahui kondisi bayi kembarnya tersebut.
“Ini bukan anak pertama saya, karena sebelumnya saya sudah memiliki anak laki-laki berusia 5 tahun dan anak perempuan 2,5 tahun".
"Tapi saya benar-benar kaget dan sedih karena anak kembar saya malah memiliki kelainan,” tuturnya.
Wanita berusia 25 tahun inipun tidak memiliki tanda-tanda atau keanehan selama sembilan bulan mengandung bayi kembar siam yang diberi nama Adam dan Malik tersebut.
“Gak ada tanda-tanda aneh, semuanya baik-baik saja".
"Tapi memang kemarin saat mau melahirkan rasa sakitnya benar-bentar berbeda dari dua anak saya sebelumnya dan proses melahirkannya juga normal,” jelasnya didampingi sang suami, Juliadi Silitonga.
Ia menerangkan, setelah melihat ada keanehan dari bayi kembarnya tersebut, kemudian Rumah Sakit Sibolga menyarankan untuk membawa bayi kembar tersebut ke Medan untuk mendapatkan proses perawatan yang lebih intensif.
“Setelah itu kami bawa ke Medan, ke Rumah Sakit H Adam Malik sejak tanggal 27 November 2018 dan hingga saat ini dirawat dan menunggu proses operasi pemisahan,” terangnya.
Karena berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia mengaku cukup kesulitan untuk membiayai terutama kebutuhan sehari-hari seperti keperluan popok bayi, susu, minyak telon dan lainnya.
“Soalnya suami saya di kampung hanya bekerja sebagai penderes getah yang penghasilannya tidak tentu. Kalau cuaca bagus, penghasilannya Rp 300 ribu per minggu dan itu benar-benar tidak cukup,” ungkapnya.
Baca: Dituduh KKB Papua Perkosa Wanita dan Anak-anak, TNI Bongkar Rekaman Video Aktivitas di Nduga
Baca: Seratusan Anggota Mixi Chapter Aceh Touring ke Gunung Salak
Ia menuturkan, belum lagi untuk keperluan dan kebutuhannya dan sang suami selama berada di Kota Medan dan tak jarang harus bolak-balik dari kampungnya di Tapanuli Utara ke Medan.
“Harus bolak-balik dan selama si kembar dirawat dan saat ini memang ayah si kembar sudah mendapatkan pekerjaan di Medan, tapi gajinya masih kecil dan kami masih sangat membutuhkan bantuan untuk kebutuhan terutama kebutuhan si kembar,” tuturnya.
Sementara itu, Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan, Adam dan Malik merupakan bayi kembar siam ketiga yang akan menjalani operasi pemisahan di RSUP H Adam Malik Medan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bayi-kembar-siam-adam-dan-malik-menunggu-waktu-operasi-pemisahan.jpg)