Tari Ratoeh Jaroe Meriahkan GWBN 2019

Dua tarian Aceh, Ratoeh Jaroe dan Melaot ikut memeriahkan pembukaan Pameran Gebyar Wisata Budaya Nusantara

Tari Ratoeh Jaroe Meriahkan GWBN 2019
IST
PARA penari Sanggar Rumoh Aceh Jakarta, sedang menampilkan tari Ratoeh Jaroe pada pembukaan GWBN 2019, di Jakarta, Kamis (27/6). 

JAKARTA - Dua tarian Aceh, Ratoeh Jaroe dan Melaot ikut memeriahkan pembukaan Pameran Gebyar Wisata Budaya Nusantara (GWBN), 27-30 Juni, di Jakarta. Kedua tari asal Tanah Rencong itu dibawakan para penari dari Sanggar Rumoh Aceh, Jakarta.

“Kita juga bangga karena tim seni Aceh juga tampil meriah pada saat Pembukaan Pameran GWBN 2019 melalui tarian Ratoeh Jaroe dan Melaot,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin melalui keterangan tertulisnya yang diterima Serambi, Sabtu (29/6).

Dikatakan, GWBN 2019 menjadi salah satu expo atau pameran yang diikuti Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Lewat event ini, tambah Jamal, Aceh akan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata halal.

Untuk itu, ujar Kadisbudpar itu, Aceh akan terus berbenah dan melakukan berbagai strategi pemasaran dalam rangka menarik minat wisatawan. “Salah satunya melalui Pameran Gebyar Wisata Budaya Nusantara (GWBN) 2019 yang sedang berlangsung di Jakarta,” tuturnya.

Dijelaskan, selain dikunjungi banyak masyarakat dari berbagai daerah dan negara asing serta pelaku industri pariwisata, GWBN 2019 sebagai pameran tetap tahunan menjadi salah satu target pemasaran Aceh. Aceh memiliki positioning yang sangat kuat, tidak hanya sebagai destinasi wisata budaya, tapi juga alam.

Selama Pameran GWBN 2019, kata Jamal, Aceh tidak hanya tampil maksimal melalui stand pameran dengan ragam informasi wisata, dekorasi stand yang unik yang bernuansa Aceh dan pemandu serta industri wisata Aceh, tapi juga penampilan tim seni Aceh yang atraktif. “Tari Ratoeh Jaroe dan Melaot bukti bahwa tarian Aceh sangat atraktif,” tandasnya.

Sementara, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani MBusmenambahkan, pengunjung stand Pameran Aceh banyak memperoleh informasi perihal potensi wisata Aceh, even wisata 2019 dan isu wisata halal Aceh.

“Tim Promosi Aceh terdiri dari Duta Wisata Aceh, pelaku industri pariwisata Aceh, IKM Aceh, dan Tim Seni Rumoh Budaya berperan aktif dalam mempromosikan Aceh melalui penyebaran ragam informasi wisata Aceh,” jelas Rahmadhani.

Dia juga menyebutkan, Pameran GWBN 2019 menjadi momentum untuk mempromosikan ragam atraksi wisata yang akan digelar sepanjang bulan Juli 2019 kepada pengunjung stand Aceh, seperti Aceh Culinary Festival (Banda Aceh, 5-7 Juli 2019), Kemah Wisata (Simeulue, 14-17 Juli 2019), Pulo Aceh Bike Cross (Pulo Aceh, 20-21 Juli 2019), Festival Pulau Banyak (Singkil, 22-27 Juli 2019), Pesona Aceh Selatan (Tapaktuan, 27-28 Juli 2019), dan beberapa even kecil lainnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Analisa dan Pengembangan Segmen Pasar Disbudpar Aceh, Nurlaila Hamjah menambahkan, lima kabupaten/kota di Aceh masuk nominasi pada Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019.

Kelima daerah itu, kata Nurlaila, merupakan lokasi tujuh objek wisata yang masuk nominasi API 2019 dari 18 kategori yang diperlombakan. Kelima daerah tersebut adalah Bireuen yang mengikuti dua perlombaan yaitu Sate Apaleh Geurugok (kategori makanan tradisional) dan Rabbani Wahed (atraksi budaya). Kemudian Sabang juga dengan perlombaan yaitu Kilometer Nol (destinasi unik) dan Sabang Marine (festival pariwisata).

Selain itu Langsa, Manggrove Forest Park (kategori ekowisata), Gayo Lues lewat Kerawang Gayo (cendera mata), dan Bener Meriah lewat Tensaran Bidin (nominasi surga tersembunya).(aji)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved