11 Juru Parkir Liar Diamankan

Petugas gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polresta Kota Banda Aceh mengamankan 11 juru parkir

11 Juru Parkir Liar Diamankan
For Serambinews.com
Petugas Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh mendata seorang petugas parkir di salah satu kawasan di Kota Banda Aceh, Rabu (3/7/2019).   

BANDA ACEH - Petugas gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polresta Kota Banda Aceh mengamankan 11 juru parkir (jukir) liar di sejumlah titik di wilayah Kota Banda Aceh. Penertiban terhadap jukir liar tersebut sudah dilancarkan sejak Senin (1/7) sore. Mereka dibawa ke Dishub Kota Banda Aceh untuk dimintai keterangan.

Kadishub Kota Banda Aceh, Drs Muzakkir Tulot MSi, mengatakan, berdasarkan pengawasan yang dilakukan petugas, terpantau enam zona parkir tempat beroperasinya jukir liar. Keenam zona itu, meliputi zona A Pasar Aceh, zona B Peunayong, zona C Darussalam, zona D Seutui, zona E Neusu, dan zona F Ulee Kareng. “Dari keenam zona parkir tersebut petugas mengamankan 11 juru parkir liar tanpa identitas,” kata Muzakkir Tulot, kepada Serambi, Rabu (3/7).

Dikatakan Muzakkir Tulot, ada tiga jukir liar yang melanggar Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 6 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Perparkiran di wilayah Kota Banda Aceh. “Penertiban dilakukan karena sudah banyak keluhan dari masyarakat. Keberadaan mereka semakin meresahkan. Karena, para juru parkir liar ini sering mengambil tarif di luar ketentuan, disamping mencari keuntungan bagi dirinya dan kelompok,” pungkas Kadishub Kota Muzakkir Tulot.

Kabid Perparkiran Dishub Kota Banda Aceh, Aqil Perdana Kusuma SH MH, mengatakan, penertiban jukir liar tersebut merupakan tindak lanjut pengaduan masyarakat berdasarkan laporan yang masuk ke nomor pengaduan 08116807816 dan 085381895811. “Bagi masyarakat yang menemukan juru parkir nakal atau melanggar ketentuan yang berlaku, segera laporkan ke nomor tersebut, baik via SMS maupun WhatsApp. Petugas akan segera merespons pengaduan tersebut,” tambah Aqil.

Ia menerangkan, kedua nomor pengaduan tersebut tertera di rompi resmi juru parkir yang sudah didistribusikan oleh Dishub Kota Banda Aceh. Rompi baru bagi jukir resmi tersebut memiliki kombinasi dua warna, yaitu orange di bagian atas dan warna biru tua di bagian bawah. Lalu, di rompi tersebut juga tercantum nomor zona sebagai wilayah kerja yang tertera di bagian depan atas serta nomor registrasi jukir dan nomor pengaduan di bagian belakang rompi. “Kami juga mengimbau agar masyarakat berani menolak membayar jika menemukan juru parkir yang bekerja tidak sesuai aturan yang berlaku,” ungkap Aqil.

Adapun ketentuan tarif retribusi pelayanan parkir yang berlaku sesuai Qanun Nomor 4 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir Tepi Jalan Umum, yaitu roda dua Rp 1.000/sekali parkir dan roda empat Rp 2.000/sekali parkir.

Kadishub Muzakkir Tulot menerangkan, para jukir liar yang terjaring penertiban itu, selain dibawa ke Dishub untuk dimintai keterangannya, mereka juga di data dan dibina. Para jukir tersebut juga diberi kesempatan menjadi juru parkir resmi. Menurut Muzakkir, penertiban terhadap jukir-jukir liar tersebut akan terus dilakukan dan tidak tertutup kemungkinan akan ada sanksi yang diberikan, bahkan berpotensi bisa dipidanakan.

“Penertiban yang kami lakukan saat ini masih sebatas mengingatkan dan menyosialisasi untuk tidak mengulangi tindakannya. Penertiban ini juga kami harapkan menjadi pelajaran bagi juru parkir lain yang belum resmi untuk tidak melanggar ketentuan yang sudah jelas diatur,” pungkasnya.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved