Kamis, 7 Mei 2026

Sagoe UIN Ar Raniry

Butuh Perjuangan Panjang, UIN Ar-Raniry Bakal Terima Dana Ratusan Miliar Pinjaman Luar Negeri

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh akan menerima pendanaan ratusan miliar melalui skema Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN).

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: IKL
Humas UIN Ar Raniry
TINJAU LAHAN - Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman bersama Tim Direktorat Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (PTI) Bappenas RI serta Tim Subdirektorat Sarana Prasarana Diktis Pendis Kementerian Agama RI meninjau lahan pengembangan kampus di kawasan Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jumat (16/1/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Perjuangan panjang Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh untuk mendapatkan dukungan pembiayaan internasional akhirnya membuahkan hasil.

Kampus tersebut direncanakan akan menerima pendanaan ratusan miliar melalui skema Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) guna mendukung transformasi besar di bidang infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia.

Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman, menjelaskan PHLN merupakan skema pembiayaan yang terdiri dari pinjaman dan hibah luar negeri.

Dalam rencana ini, UIN Ar-Raniry akan memperoleh pinjaman luar negeri dari Islamic Development Bank (IDB) yang bermarkas di Jeddah, Arab Saudi.

“Kalau dengan kurs dolar Rp16.000 di tahun 2025, besaran bantuannya sekitar Rp770 miliar.

Namun realisasi nantinya akan disesuaikan dengan kurs tahun berjalan,” ujar Prof Mujiburrahman, Rabu (6/5/2026).

Ia menegaskan bahwa pinjaman ini dilakukan oleh pemerintah pusat dan akan dikembalikan oleh pemerintah, bukan oleh pihak kampus.

Pendanaan ini akan difokuskan pada dua komponen utama.

Sekitar 90 persen dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur fisik, sementara sisanya digunakan untuk pengembangan nonfisik, seperti peningkatan kualitas SDM, penguatan kurikulum, serta pengembangan tridharma perguruan tinggi.

Prof Mujiburrahman mengungkap, dipilihnya UIN Ar-Raniry sebagai penerima program ini melalui proses panjang dan seleksi ketat.

Dari total 47 kampus di bawah Kementerian Agama yang mengajukan proposal, jumlah tersebut disaring secara bertahap hingga tersisa dua kampus, yakni UIN Ar-Raniry dan UIN Alauddin Makassar.

Beberapa pertimbangan menjadi dasar pemilihan, di antaranya pengalaman sebelumnya menerima bantuan pascatsunami dari IDB, serta posisi UIN Ar-Raniry sebagai salah satu kampus prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 untuk pengembangan Universitas Islam Global.

Selain itu, kondisi sebagian infrastruktur kampus yang dinilai sudah tidak layak menjadi faktor penting. 

“Perjuangan ini juga gak sederhana, jauh hari kita menyiapkan proposal usulan selogis mungkin, serasionil mungkin. Kemudian menyampaikan ke pusat bahwa UIN kita Sangat layak untuk dipertimbangkan dengan kondisi yang ada hari ini,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved