Dieksekusi Anak Kandung Saat Tidur, Kepala Arofona Terpisah dengan Badan

Pembunuhan keji yang dilakukan anak kandung terjadi Madula, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumut, Jumat (5/7/2019) malam.

Dieksekusi Anak Kandung Saat Tidur, Kepala Arofona Terpisah dengan Badan
For Serambinews.com
Tersangka Hepriaman alias Boy saat diamankan di Mapolres Nias. 

Dieksekusi Anak saat Sedang Tidur, Kepala Arofona Terpisah dengan Badan

 

Laporan Rahmad Wiguna | Sumatera Utara

 

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Pembunuhan keji yang dilakukan anak kandung terjadi Madula, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumut, Jumat (5/7/2019) malam. 

Korban, Arofona Harefa (64) ditemukan tewas bersimbah darah di atas kasur kamar tidurnya sekira pukul 19.00 WIB. Mirisnya, kepala korban ditemukan terpisah dengan tubuh. 

Sumber di Polda Sumut menjelaskan pelaku pembunuhan sadis itu tak lain akan kandung korban, Hepriaman alias Boy (29). 

Dari pemeriksaan awal disebutkan pelaku menebas leher ayahnya hingga putus menggunakan kapak. Kapak tersebut saat ini sudah diamankan di Polres Nias. 

 "Tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Polres Nias," kata sumber di Polda Sumut, Sabtu (6/7/2019). 

Disebutkan pelaku mengidap gangguan jiwa. Sebelum mengeksekusi ayahnya, pelaku sempat mengeluh sakit kepala kepada ibunya. 

Baca: Zara Zettira Diduga Hina Pesantren, Jansen Sitindaon Minta Maaf

Baca: SKIPM Aceh Gelar Sosialisasi Peraturan Karantina Ikan

Baca: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah Bahas Keutamaan Wakaf

Namun dia menolak tawaran dikusuk, lebih memilih minta didoakan. 

 "Tiba-tiba dia mengambil kapak di dapur dan langsung membacok leher ayahnya sampai putus," jelas sumber itu. 

Perbuatan tersangka disebutkan telah melanggar Pasal 44 ayat (3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga atau Pasal 338 dari KUHPidana.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved