Kader PDIP Beri Sinyal Tolak Calon Eksternal

Keputusan DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang membolehkan tokoh nonkader

Kader PDIP Beri Sinyal Tolak Calon Eksternal
IST
RAPIAN, Ketua DPC PDIP Simeulue

BANDA ACEH - Keputusan DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang membolehkan tokoh nonkader mencalonkan diri sebagai ketua DPD PDIP Aceh menimbulkan reaksi di daerah. Para kader dan pengurus DPC kabupaten/kota memberi sinyal akan menolak keputusan pusat tersebut.

“Saya melihat semua DPC kayaknya memiliki satu bahasa, tidak berkeinginan dipimpin dari nonkader. Di grup kami—grup ketua DPC se Aceh— saya melihat tidak ada yang mengatakan OK atau setuju,” kata Ketua DPC PDIP Simeulue, H Rapian kepada Serambi, Sabtu (6/7).

Alasan tidak setuju dipimpin oleh nonkader, jelas Rapian, karena PDIP memiliki AD/ART yang mensyaratkan calon ketua DPD harus orang yang sudah pernah pengurus daerah (provinsi) atau cabang (kabupaten/kota) minimal lima tahun.

“Ketika ada calon begini, bukan berarti kita tidak menerima, tapi pada hakikatnya sudah melanggar anggaran dasar. Sementara dia datang belum tahu apa yang ada di dalam rumah kita (partai), dimana kamar tidur, dimana kamar mandi, dapur dimana, dia tidak tahu,” ujarnya.

Karena itu, Rapian mengaku kaget dan merasa aneh dengan keputusan pusat yang membolehkan tokoh nonkader menjadi katua DPD. “Yang kita khawatir apa bisa sejalan dengan ideologi kita. Bukan berarti kita menolak kebijakan pusat, tapi agak aneh aja,” ungkapnya.

Sebelumnya DPP PDIP membuka peluang bagi tokoh nonkader di Aceh untuk bisa mencalonkan diri sebagai ketua DPD PDIP Aceh. Ramond Dony Adam, staf Sekjen PDIP dipercayakan untuk merekrut calon eksternal tersebut.

Dari hasil penjajakan yang dilakukan Dony, ada tiga nama yang masuk dalam daftarnya. Penjajakan itu dilakukannya bersama tim yang dimulai setelah masa pencoblosan pada Pemilu lalu berakhir. Dua orang dari eks tokoh GAM dan satu lagi dari kalangan pengusaha.

Dari eks kombatan ada Sofyan Dawood (Koordinator Kajak Aceh), Irwansyah alias Muksalmina (Ketua TKD Aceh). Keduanya juga petinggi Partai Nanggroe Aceh (PNA). Sedangkan dari pengusaha tersebut nama Makmur Budiman, Ketua Kadin Aceh.

Dari tiga nama tokoh yang dinilai Dony, hanya Sofyan Dawood dan Irwansyah yang menyatakan bersedia dicalonkan sebagai ketua PDIP Aceh periode 2019-2024. Sedangkan Makmur menolak karena sedang fokus mengembangkan Kadin Aceh.

Menurut Dony, perekrutan eksternal itu dilakukan sebagai bentuk restrukturisasi kepengurusan partai. Keputusan itu diambil, kata Dony, setelah dilakukan kajian yang mendalam, sehingga penting dilakukan restrukturisasi untuk menyelamatkan partai.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved