Bawa Kabur Siswi, Terancam 15 Tahun

Pria berinisial NR (40) asal Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara terancam hukuman 15 tahun penjara menyusul membawa kabur siswi

Bawa Kabur Siswi,  Terancam 15 Tahun
Shutterstock
Ilustrasi 

LHOKSUKON – Pria berinisial NR (40) asal Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara terancam hukuman 15 tahun penjara menyusul membawa kabur siswi kelas II asal Kecamatan Paya Bakong, berinisil WT (17). Tersangka dijerat dengan Pasal 332 KUHP karena membawa kabur anak dibawa umur Juncto Pasal 81 dan 81 Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, siswi WT dibawa kabur NR pada 5 Maret 2019. Mengetahui anak gadisnya dibawa lari, orang tuanya pada 6 Maret 2019 melaporkan ke polisi. Lalu, anggota polisi berhasil menangkap NR di rumahnya pada 21 Maret 2019 sekira pukul 20.00 WIB. Saat kabur, WT membawa lima mayam emas, sepeda motor (Sepmor) jenis Scoopy bersama Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dan baju.

“Tersangka bersama berkasnya sudah kita limpahkan ke Kejari Aceh Utara, setelah jaksa menyatakan berkas tersebut sudah lengkap secara materil dan formil. Bersama tersangka ikut juga kita limpahkan barang bukti,” ungkap Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi, Sabtu (6/7).

Disebutkan, dalam pemeriksaan terungkap kalau tersangka membawa kabur korban ke Medan, Sumatera Utara, dan ke Banda Aceh. Belakangan tersangka baru pulang ke rumahnya di kawasan Seunuddon. Tersangka juga mengaku sudah melakukan pencabulan terhadap korban, dan itu dibuktikan berdasarkan hasil visum dari rumah sakit.

Dalam pemeriksaan, tersangka juga mengaku sudah menikah siri dengan korban. Akan tetapi, penyidik belum menemukan surat nikah dan informasinya belum jelas. Penyidik juga tidak membahas soal nikah siri tersangka dengan korban. Pengakuan tersangka saat diperiksa, bahwa sudah memiliki istri. Namun, usianya lebih dewasa dari tersangka.

Tersangka dan korban berkenalan pertama lewat telepon salah sambung. “Dalam Undang-undang perkawinan anak di bawah umur baru boleh menikah secara resmi, kalau mendapatkan izin dari orang tua yang dikuatkan dengan putusan hakim. Sedangkan tersangka tidak mendapatkan izin dari orang tua korban,” tegas Kasat Reskrim.

Terpidana Kasus Narkoba
KASAT Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezki Kholiddiansyah menyebutkan, dalam proses penyidikan diketahui tersangka juga pernah terlibat dalam kasus narkoba jenis sabu, dan sudah menjalaninya hukumannya.

Kala itu, dia divonis pada 18 Desember 2013 oleh Pengadilan Negeri Lhoksukon dengan hukuman setahun lebih penjara. Lalu baru bebas pada 2 Desember 2014. “Informasinya, tersangka tinggal menunggu jadwal sidang,” ujar Kasat Reskrim.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved