Ghazali Apresiasi Sikap PDA

Senator Aceh, Ghazali Abbas Adan, mengapresiasi sikap Partai Daerah Aceh (PDA) yang menolak bergabung

Ghazali Apresiasi Sikap PDA
SERAMBI/M NAZAR
GHAZALI ABBAS ADAN,Senator Aceh 

* Menolak Gabung Koalisi KAB II

JAKARTA - Senator Aceh, Ghazali Abbas Adan, mengapresiasi sikap Partai Daerah Aceh (PDA) yang menolak bergabung dalam Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) Jilid II yang digagas Partai Aceh (PA). PDA memilih tak bergabung jika koalisi tersebut dibentuk hanya untuk ‘menghadang’ Pemerintahan Irwandi-Nova yang saat ini dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

“Saya sependapat dengan sikap PDA itu, tidak mau ikut kalau KAB untuk menghadang Nova Iriansyah,” tukas Ghazali Abbas Adan kepada Serambi, Jumat (12/7) malam.

Namun dia berharap, KAB Jilid II tidak dirancang untuk menghadang program Aceh Hebat Pemerintahan Irwandi-Nova yang saat ini dijalankan Plt Gubernur Nova Iriansyah.

“Mudah-mudahan, KAB II lahir bukan untuk maksud demikian, karena memang tidak masuk akal sehat, ada pihak-pihak di Aceh yang pasang ancang-ancang menghadang program Aceh Hebat yang sudah berusaha menunjukkan kinerja profesional berdasarkan pola pengelolaan pemerintahan dengan e-planning, e-budgeting dan e-reporting demi mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh rakyat Aceh,” ujar Ghazali Abbas.

Ia juga menegaskan, dirinya tidak ada urusan siapa yang menggagas KAB II dan siapa pula komandannya. “Tetapi apabila si penggagas dan anggata KAB II konsisten dengan Aceh sebagai Nanggroe yang legal formal berlaku syariat Islam yang juga bagian dari NKRI dengan dasar konstitusi yang sudah jelas, maka koalisi apapun namanya di Aceh harus berpedoman kepada Syariat Islam dan konstitusi Negara Republik Indonesia,” pungkas Ghazali.

Terhadap kemungkinan anggota DPRA belum puas dengan hasil kerja eksekutif di Aceh, Ghazali menyatakan, adalah tugas wakil-wakil di DPRA bersikap kritisi dan meluruskan yang belum pas, dan dalam waktu yang bersamaan tunjukkan konsep yang pas, bukan dengan perilaku hadang menghadang.

“Ini sesuai doktrin yang terkandung dalam ayat Quran Surat Al Maidah ayat 2, yang artinya, Dan tolong menolong (berkoalisi) lah kamu sekalian dalam perbuatan (program) kebaikan dan ketakwaan (amar ma’ruf nahi mungkar) dan janganlah kamu tolong menolong (berkoalisi) dalam perbuatan dosa (tercela) dan permusuhan,” ujar senator Aceh tersebut mengutip Surat Al-Maidah, ayat 2.

Menurut Ghazali Abbas Adan, apabila saat ini ada yang sudah mulai kencang syahwat ingin berkuasa, disarankan untuk ditunda sampai tahun 2022. “Ini adalah sikap santun, dewasa, cerdas dan bermartabat. Sebagai negarawan dan insan demokrat, taatilah agenda politik kontestasi lima tahunan yang sudah menjadi agenda tetap di negara demokrasi Indonesia ini. Janganlah memendam mental dan karakter ku‘eh,” demikian Ghazali Abbas Adan.

Sikap politik yang ditunjukkan oleh partai lokal (parlok) di Aceh (PA, PNA, dan Partai SIRA) yang bergabung dalam satu koalisi di DPRA merupakan sebuah kemajuan yang besar. Menurut Ketua BEM UIN Ar-Raniry, Rizki Ardial, ini sangat dibutuhkan di tengah kondisi perpolitikan Aceh saat ini.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved