Empat Lulusan PPDS Obstetri dan Ginekologi Unsyiah Terima Brevet Spesialis Obgin

Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala kembali melahirkan empat lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi.

Empat Lulusan PPDS Obstetri dan Ginekologi Unsyiah Terima Brevet Spesialis Obgin
For Serambinews.com
Kepala Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUDZA, Prof Dr dr Mohd Andalas SpOG FMAS (kiri) bersama dosen PPDS Obgin Unsyiah foto bersama empat lulusan Angkatan-3 (tengah) yang baru menerima brevet di Gedung SMF Obgin Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, Senin (15/7/2019). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK-Unsyiah) kembali melahirkan empat lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi (Obgin).

Penyerahan brevet kepada angkatan ke-3 PPDS tersebut berlangsung di Gedung SMF Obgin Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, Senin (15/7/2019).

Keempat Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG) yang menerima brevet itu yakni dr Imam Zahari SpOG, dr Rizka Aditya SpOG, dr Dian Paramita SpOG, dan dr Lutfi Nugroho SpOG.

Hadir pada acara tersebut Direktur RSUDZA, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine, Kepala Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUDZA, Prof Dr dr Mohd Andalas SpOG FMAS, Kepala PPDS Obgin FK Unsyiah, Dr dr Hasanuddin SpOG (K), serta para dosen.

Direktur RSUDZA, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine pada kesempatan itu berpesan kepada para spesialis obgin untuk berkontribusi dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Aceh.

“Banyaknya dokter spesialis ini harus mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Untuk itu, butuh peran kesalehan sosial terhadap ilmu yang kita punya, agar apa yang kita lakukan berguna bagi masyarakat serta menjadi amal kita dunia dan akhirat,” harapnya.

Sementara Kepala Bagian Obgin RSUDZA, Prof Dr dr Mohd Andalas SpOG FMAS mengungkapkan bahwa dengan penyerahan brevet kepada angkatan ke-3 tersebut, maka hingga saat ini PPDS Obgin Unsyiah sudah memiliki 9 alumni.

Baca: RSUD Galus Baru Miliki 7 Dokter Spesialis, Dua Dokter Berstatus Kontrak

Baca: Dokter Spesialis Anak di RSUD Galus tak Masuk Kerja, Keluarga Pasien Kecewa

Baca: Dokter Spesialis Bedah Anak Teuku Yusriadi Pimpin Asosiasi Klinik Indonesia Aceh Periode 2018-2023

“Kami berharap dengan bertambahnya alumni ini, tentu kiprah mereka dalam menurunkan angka kematian ibu di Aceh semakin nyata. Bekal ilmu ‘up to date’ yang mereka punya harus bisa berkontribusi lebih baik lagi bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Prof Andalas, angka kematian ibu di Aceh saat ini masih di atas yang diharapkan. Pada tahun 2017 ada 174 kasus, sementara 2018 sekitar 140-150 kasus.

“Ini masih tinggi. Perlu diketahui, sebagian besar kematian ibu terkait dengan tiga faktor terlambat, yaitu terlambat diketahui, terlambat dirujuk, dan terlambat ditangani,” jelasnya.

Dia pun berharap dengan kompetensi tersebut, para lulusan dapat mengatasi masalah tersebut lebih baik lagi. Disebutkan, hingga kini Aceh memiliki 93 spesialis obgin yang tersebar di kabupaten/kota.

“Keempat spesialis obgin ini sudah lulus ujian nasional dan akan diwisuda nanti oleh universitas. Selanjutnya mereka mendaftar ke pusat untuk mengabdi satu tahun, baru kemudian mereka berhak mencari tempat praktik sendiri,” pungkasnya. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved