29 Rumah Sakit di Aceh Turun Kelas

Sebanyak 29 rumah sakit (RS) di Aceh mengalami penyesuaian atau penurunan kelas/tipe

29 Rumah Sakit di Aceh Turun Kelas
Net
RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Aceh Barat 

* Termasuk Milik Pemerintah Aceh

MEULABOH - Sebanyak 29 rumah sakit (RS) di Aceh mengalami penyesuaian atau penurunan kelas/tipe. Dari 29 unit rumah sakit (RS) milik pemerintah dan swasta itu, terdapat rumah sakit milik Pemerintah Aceh, yakni RS Jiwa Banda Aceh yang turun kelas dari A menjadi B. Selain itu, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh milik Pemkab Aceh Barat juga turun kelas, dari B kembali ke kelas C.

Informasi tentang turun kelas atau penyesuaian tipe RS tersebut diperoleh Serambi, Rabu (17/7) kemarin, setelah nama-nama rumah sakit yang turun kelas atau tipe itu merebak di sejumlah grup WhatsApp (WA) di Aceh Barat. Nama-nama rumah sakit yang berganti kelas atau tipenya itu merupakan hasil review kelas oleh Kementerian Kesehatan RI Tahun 2019.

Dari 29 RS itu terdapat pula RS Bhayangkara Banda Aceh milik Polri yang turun kelas dari C menjadi D. Bahkan RSU Meutia Banda Aceh, milik Azwar Abubakar, mantan Plt Gubernur Aceh, ikut turun kelas dari D ke D* (bintang). RSU ini tetap digolongkan sebagai RS milik swasta.

Khusus di Aceh Barat, selain RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh yang turun kelas dari B ke C, terdapat pula dua RS swasta lainnya yang juga turun kelas, dari sebelumnya kelas D kini menjadi D* (bintang). Kedua RS swasta itu adalah RS Harapan Sehat dan RS Montela.

Masih klarifikasi
Sementara itu, Humas RSUD Cut Nyak Dhien, Nasri Rima yang dikonfirmasi Serambi, Rabu kemarin belum bersedia berkomentar banyak. Ia hanya menyatakan singkat bahwa pihaknya masih akan melakukan konfirmasi ke Kemenkes. “Ini kita lagi konfimasi ke Kemenkes apa sebabnya turun kelas,” kata Nasri.

Ketika ditanyai apakah masih ada peluang akan naik lagi, Humas RS itu optimis akan kembali naik. Namun, Nasri dalam penjelasan lanjutan turut mengirimkan surat Kemenkes RI perihal rekomendasi penyesuaian kelas rumah sakit hasil review kelas rumah sakit. Surat tersebut bernomor HK.04-01/I/2963/2019.

Surat itu ditujukan kepada para gubernur, para bupati/wali kota, para kepala dinas kesehatan provinsi, dan para kepala dinas kesehatan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Surat itu diteken Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI. Rumah sakit diminta menyampaikan tanggapan terhadap hasil penetapan kelas rumah sakit dalam bentuk surat untuk menyatakan tidak keberatan atau justru keberatan. “Surat tanggapan tidak keberatan/keberatan itu disampaikan kepada Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan paling lama 28 hari,” bunyi surat tertanggal 15 Juli 2019 itu.

Masih koordinasi
Sementara itu, Kadis Kesehatan Aceh Barat, Syarifah Junaidah MSi yang ditanyai kemarin belum mau berkomentar banyak. Ia minta waktu akan berkoordinasi lebih dulu dengan Direktur RSU Cut Nyak Dhien untuk memastikan apakah benar kelas RSU Cut Nyak Dhien turun dari B menjadi C atau tidak. “Saya akan koordinasi dulu. Sejauh ini saya belum dapat surat tersebut,” katanya.

Menurutnya, bila benar turun kelas itu terjadi, maka akan diupayakan sekuat tenaga agar RS Cut Nyak Dhien harus tetap bertipe B, tidak boleh turun.

Terkit laporan bahwa dua RS swasta di Meulaboh juga mengalami penurunan kelas, ia mengaku belum juga dapat memberikan banyak informasi. “Saya coba koordinasikan dulu ya,” kata Syarifah. (riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved