Breaking News:

Politeknik Kutaraja Gelar Konferensi Inovasi Ilmiah

Politeknik Kutaraja Banda Aceh selama dua hari, menggelar pertemuan ilmiah dalam acara kenferensi The 2nd International Conference On Advance And...

IST
Mahasiswa Politeknik Kutaraja mengikuti Kompetisi Internasional Regional Student's Product Exhibition (ResPex) tahun 2018, di kampus Port Dickson Politechnic Negeri Sembilan Malaysia, Minggu-Selasa (14-16/10/2018). 

Politeknik Kutaraja Gelar Konferensi Inovasi Ilmiah

Laporan Jalimin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEHPoliteknik Kutaraja Banda Aceh, selama dua hari, menggelar pertemuan ilmiah dalam acara kenferensi The 2nd International Conference On Advance And Scientific Innovation (ICASI) dengan tema "Global Challenges and Competitiveness in The Industrial Era 4.0" yang digelar di Aula Lantai 3 Gedung Politek Kutaraja, Jambo Tape, Banda Aceh, Kamis – Jumat (18-19/7/2019).

Konferensi ICASI-2 tahun 2019 di Kampus Politeknik Kutaraja ini dibuka oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah XIII Aceh, Dr Ilham Maulana.   

Direktur Politeknik Kutaraja, Supriyanto SP MSi, Kamis (18/6/2019) mengatakan, dalam konferensi itu, telah masuk sebanyak 80 artikel ilmiah yang berasal dari pakar dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Malaysia.

Even ini merupakan kegiatan ICASI yang kedua. Sebelumnya konferensi Internasional yang pertama diadakan di Medan pada tahun 2018 dan diikuti hampir 200 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera, Jawa, dan luar negeri.

Dari 80 artikel yang masuk, katanya, setelah melalui proses review yang sangat akurat, telah diterima (accept) sebanyak 45 artikel ilmiah yang dibuktikan dengan diterbitkannya Letter of Accepted (LOA).

Dengan artikel yang dibahas tersebut, kata Supriyanto, diharapkan dapat mendorong produktivitas publikasi karya ilmiah para dosen pada prosiding yang memiliki reputasi internasional.

Supriyanto mengatakan, karya-karya ilmiah tersebut dibahas selama dua hari oleh para pakar yang menjadi pembicara utama yang berkompeten dalam bidangnya yakni Dr Mahriyuni (Universitas Negeri Medan), Dr Naimah bt Md Khalil (Direktur Politeknik Sultan Azlan Shah Malaysia), Dr Hasliza A Rahim (Univesiti Malaysia Perlis, Malaysia), dan Prof Eon Yong Kim (Hanyang University, Korea Selatan).

Ajang ICASI yang kedua ini, kata Supriyanto, merupakan lanjutan dari kegiatan tahun sebelumya yang digelar di Kota Medan Sumatera Utara. Tujuan konferesni ini, katanya, adalah untuk menjadikan upaya aktif perguruan tinggi untuk mendukung Indonesia dalam menghadapi masayarakat ekonomi ASEAN (MEA).  Selain dapat meningkatkan kesadaran tentang MEA di lingkungan perguruan tinggi, konferensi ICASI-2 ini juga dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi para pemangku kebijakan di Indonesia.

Konferensi ini merupakan hasil kerjasama Politeknik Kutaraja Banda Aceh dengan Forum Kerja Sama Perguruan Tinggi (FKPT) yang menggela even ilmiah internasional atau Internasional Conference on Advance and Scientific Innovation (ICASI) ke-2.

Baca: Tanpa Dua Pilar Utama, Persiraja Targetkan Menang Saat Lawan Persita Tangerang

Baca: Nelayan Hilang Terseret Arus Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Kuala Leuge

Baca: POMDA 2019 Telah Usai, Atlet STKIP BBG Banda Aceh Boyong 39 Medali

Konferensi internasional ilmiah dilaksanakan sebagai upaya pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan akan fokus pada inovasi dan isu-isu ekonomi global. Even ini terbuka bagi semua kalangan teutama bagi dosen, mahasiwa, dan profesional.

Mereka hanya perlu mengirimkan artikel ilmiah atau bisa menjadi peserta saja.

Direktur Politeknik Kutaraja, Supriyanto SP MSi, selaku penanggung jawab kegiatan berharap konferensi internasional ini akan berdampak positif bagi Aceh. Karena pembicara dan pesertanya dari negara lain seperti Malaysia, Korea, dan peserta dosmestik.

“Even ini bukan hanya untuk atau bersifat tradisi ilmiah saja namun kita berupaya sekaligus mendatangkan orang-orang dari negara lain untuk berkunjung ke Aceh. Ini tentunya akan menambah devisa, apalagi bila mereka menikmati tempat-tempat wisata. Maka akan menjadi promosi bagi daerah ini,” pungkas Supriyanto.(*)

Penulis: Jalimin
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved